KEDIRI (RadarJatim.id) — Sebanyak 64 klub mengikuti Open Tournament Domino ORADO 101 Piala Panglima TNI 2026 di Aula Makodim 0809/Kediri, Jawa Timur, Minggu (27/9/2026). Turnamen tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan menjadi bagian dari ORADO 101 yang dilaksanakan serentak di 101 kabupaten/kota di Indonesia.
Tingginya minat peserta membuat jumlah klub yang mengikuti turnamen dibatasi sebanyak 64 klub. Peserta berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri serta sejumlah peserta dari unsur TNI.
Pengurus Federasi Domino Indonesia Jawa Timur, Nathanael Billy Basar, mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap olah raga domino di Kediri cukup tinggi.
“Antusiasme dari warga Kediri, khususnya atlet-atlet domino melalui turnamen ini banyak sekali yang mendaftar. Bukan hanya 64 tim saja sebenarnya, tapi karena jumlahnya sangat banyak, kami ibatasi 64 tim dahulu,” kata Nathanael.
Menurut Nathanael, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong domino agar berkembang sebagai olahraga prestasi.
“Kita berusaha menghapus stigma negatif dari domino. Kita tunjukkan bahwa domino bisa naik kelas,” ujarnya.
Ia mengatakan, domino tidak hanya mengandalkan permainan, tetapi juga membutuhkan strategi dan konsentrasi.
“Domino tidak punya stigma negatif dan benar-benar olah raga prestasi. Olah raga yang mengutamakan kegiatan otak dan strategi,” katanya.
Nathanael menyebut, kompetisi domino telah berkembang di tingkat daerah hingga nasional. Menurut dia, kejuaraan domino pun telah digelar mulai dari tingkat cabang, provinsi hingga nasional.
“Kita sudah melakukan kejurcab, kejurprov dan kejurnas juga. Bahkan nasional sudah ada, kita sudah ada juara nasional,” ujarnya.
Pengurus, katanya, juga mulai mendorong pembinaan domino di kalangan pelajar. Nathanael mengatakan, kegiatan domino sebelumnya telah digelar pada tingkat SMP.
Untuk turnamen kali ini, peserta minimal berusia 17 tahun. Namun, pembinaan ke depan diharapkan dapat menjangkau kelompok usia yang lebih luas. Selain itu, pengurus berencana mengembangkan kategori pertandingan putra dan putri, termasuk nomor tunggal dan ganda.
“Kita ada beberapa gambaran ke depannya, nantinya ada tunggal putri dan putra, ganda putra dan ganda putri. Ini akan menjadi prioritas kita ke depan,” kata Nathanael.
Keterlibatan perempuan dalam turnamen kali ini juga mulai terlihat. Nathanael menyebut terdapat sekitar dua tim perempuan yang ikut bertanding.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) Pusat, Yooky Tjahrial, membuka kegiatan secara virtual. Yooky mengatakan domino telah berkembang sebagai olahraga yang membutuhkan strategi, disiplin dan konsentrasi.
“Domino bukan sekadar permainan meja biasa, melainkan cabang olahraga resmi yang sudah disahkan KONI,” kata Yooky.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Panglima TNI dan jajaran dalam pelaksanaan ORADO 101. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet domino di daerah, termasuk persiapan menuju PON 2028.
Ketua ORADO Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, mengatakan, kolaborasi dengan Kodim 0809/Kediri menjadi bagian dari pengembangan olahraga domino di Kota Kediri.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Kodim 0809/Kediri. Kerja sama yang rapi ini adalah langkah awal untuk menjadikan domino sebagai olahraga prestasi yang sehat, kompetitif, dan membawa nama harum Kediri di tingkat nasional,” kata Imam.
Dari Kodim 0809/Kediri, Kasdim Mayor Inf Yuliadi Purnomo selaku Ketua Pelaksana mengatakan, turnamen tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan.
“Turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan ajang mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan menyalakan jiwa sportivitas. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, yang terpenting adalah persaudaraan kita,” tutur Yuliadi. (rul)








