DENPASAR (RadarJatim.id) — Satu klik pada sebuah tombol mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi Prof Dr Wahyu Sukartiningsih, MPd, itu bisa menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan saat Sosialisasi Program Studi S2 Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di SDN 5 Pedungan, Denpasar Bali, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.15 WITA tersebut diikuti 20 guru SDN 5 Pedungan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN 5 Pedungan, Suciningsih, SPd, serta Koorprodi S2 PJJ Pendidikan Dasar FIP UNESA, Prof Dr Wahyu Sukartiningsih, MPd.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SDN 5 Pedungan, kemudian dilanjutkan sosialisasi Program Studi S2 PJJ Pendidikan Dasar oleh Prof Wahyu. Dalam pemaparannya, Prof Wahyu menjelaskan berbagai hal terkait program studi dan pelaksanaan perkuliahan melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh PPJ).
Suciningsih menyambut baik kehadiran program S2 PJJ Pendidikan Dasar Unesa di lingkungan sekolahnya. Menurutnya, program tersebut penting untuk meningkatkan kualitas dan kualifikasi akademik para guru.
“Kami menyambut baik program ini karena penting untuk peningkatan kualitas guru–guru. Melalui program S2 PJJ, guru bisa melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan tugas utama mengajarnya”, ujarnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung di sekolah yang terletak di Jl. Diponegoro No. 60, Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali tersebut. Salah seorang guru, Dede, menanyakan mengenai ketentuan biaya apabila mahasiswa dapat menyelesaikan studi lebih cepat dari masa studi yang direncanakan.
“Kalau mahasiswa S2 PJJ Pendidikan Dasar Unesa bisa lulus tiga semester, apakah tetap harus membayar sampai empat semester?” tanya Dede.
Merespon pertanyaan tersebut, Prof Wahyu menjelaskan, mahasiswa tidak perlu membayar semester yang tidak ditempuh. Jika mahasiswa dapat menyelesaikan studi dalam tiga semester, maka biaya yang dibayarkan juga hanya tiga semester.
Penjelasan tersebut memberikan gambaran lebih jelas kepada para guru mengenai fleksibilitas studi di program S2 PJJ Pendidikan Dasar Unesa. Sesi tanya jawab pun berlangsung interaktif dengan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perkuliahan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Wahyu juga mendorong para guru untuk berani mengambil langkah dalam mengembangkan kompetensi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Saat jari kita mengeklik tombol, mungkin saja itu menjadi bagian dari langkah awal kita menuju perubahan yang lebih baik,” katanya.
Dari Bali, satu klik bukan sekadar aktivitas di layar. Ia dapat menjadi langkah awal bagi guru untuk terus belajar, meningkatkan kualifikasi, dan berkembang bersama dunia pendidikan. (sha)
Kontributor: Elisyah Susanty





