SIDOARJO (RadarJatim.id) — Sebanyak 65 guru SMP Negeri 2 Krian mengikuti kegiatan pelatihan peningkatan kompetensinya secara digital, untuk menunjang proses belajar mengajar. Pelatihan ini digelar agar pembelajaran yang disampaikan kepada para siswa dapat menyesuaikan perkembangan zaman, sehingga menciptakan suasana belajar yang nyaman, interaktif, dan tidak membosankan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Krian, Achmad Haris, S.Pd M.Pd.I pada (29/9/2026) siang, dalam workshop yang mengambil tema ‘Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Merancang Pembelajaran Interaktif Berbasis Penguatan Literasi Numerasi Murid’.
Presesi pembukaan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.STP M.AP dengan menghadirkan pemateri Kabid Mutu Pendidikan dari Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Lilik Sulistyowati, M.Pd juga Pengawas Pembina SMP Negeri 2 Krian Adi Pranoto Edy, M.Pd dan CEO Motivator and Inspiring Coach Setya Ardhianta, M.M.
Menurut Achmad Haris, penyampaian materi yang inovatif dinilai penting untuk mencegah siswa merasa bosan atau malas, yang berpotensi memicu perilaku mengganggu di kelas hingga kerusakan fasilitas sekolah. :Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi modern, agar mampu memberikan pengalaman belajar baru bagi para siswa,” jelasnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, tim Waka Kurikulum telah menyiapkan sistem pengumpulan produk hasil kerja peserta melalui Google Form. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan benar-benar menghasilkan karya nyata dan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran,” tegas Achmad Haris.
Sementara itu, Kabid Mutu Pendidikan Dr. Lilik Sulistyowati juga menjelaskan, kalau kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang diikuti oleh jajaran guru dan tenaga pendidik ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat pembentukan karakter siswa, melalui penerapan budaya positif di lingkungan sekolah.
Ia menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk terus melakukan pengembangan diri secara konsisten. “Pengembangan keprofesian ini sifatnya berkelanjutan, tidak boleh terputus. Sebagai pendidik, kita harus selalu siap tumbuh dan beradaptasi dengan perubahan demi memberikan layanan terbaik bagi murid,” tekannya.
Ia berharap, SMP Negeri 2 Krian dapat menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik.
Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Ridho Prasetyo, menyampaikan beberapa program prioritas dan kebijakan terbaru.

Penambahan Guru Pendamping Khusus: Melalui perubahan anggaran, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk merekrut 123 tenaga guru pendamping khusus. Proses rekrutmen teknis ini akan dihitung dan dikelola bersama Unit Layanan Disabilitas (ULD). Jumlah ini ditargetkan akan terus bertambah ke depannya.
Peningkatan Insentif Guru di Wilayah Sulit Terjangkau: Pihaknya telah meninjau sekolah-sekolah yang berada di wilayah sulit terjangkau. Usulan kenaikan insentif bagi para guru di wilayah tersebut telah diajukan dan mendapat dukungan dari Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo untuk ditingkatkan nilainya.
Termasuk juga evaluasi dan Revisi Juknis Bosda, Perbaikan Sarana dan Prasarana Sekolah
Integrasi Sistem Informasi via Dashboard Terpadu. Para guru TIK diimbau untuk menyatukan sistem informasi ke dalam satu dashboard terpadu. “Dashboard ini berfungsi memantau kegiatan sekolah, kehadiran guru, hingga kondisi sarana-prasarana secara real-time yang dapat diakses langsung oleh Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Ridho meminta dukungan dan masukan terbuka dari seluruh elemen sekolah demi mengevaluasi serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.(Mad)








