SIDOARJO (RadarJatim.id) – Prestasi membanggakan terus diukir oleh dunia pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Dialah pasangan Fanesya Rahesita Faris dan Kiky Aulia Maharani siswi SMP Negeri 1 Taman, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Nasional 2026.
Mereka berjuang sangat luar biasa, karena dari ribuan pendaftar, panitia menyaring 60 finalis terbaik tingkat SMP (masing-masing 20 finalis untuk kategori IPA, IPS, dan IPT) yang berlaga berdampingan dengan 125 tim finalis tingkat SMP dan SMA/sederajat.
Fanesya mengungkapkan kalau keberhasilan ini dicapai setelah melalui proses penelitian yang panjang dan penuh tantangan. Rangkaian babak final OPSI 2026 berlangsung padat dan kompetitif sejak 24 hingga 29 September 2026.
“Harus melewati berbagai tahapan ketat, mulai dari penyusunan dan revisi penelitian, seleksi finalis, tes presentasi, wawancara, Research Competition and Innovation (RCHI), hingga pameran hasil karya,” kenangnya.
Rasa bahagia dan tidak menyangka menyelimuti Fanesya atas pencapaian yang membuahkan hasil manis tersebut.
”Setelah diumumkan raih juara, pasti sangat senang, sangat bangga, dan masih syok tidak percaya. Setelah berbagai halangan buat penelitian dari proses yang panjang, revisi, sampai masuk tahap finalis,” katanya.
“Semuanya kami usahakan sekuat tenaga. Alhamdulillah sangat puas, usaha kami tidak menghianati hasil,” ucap Fanesya
Setelah mengukir prestasi di tingkat nasional pada jenjang sekolah menengah pertama, Fanesya kini menatap masa depannya dengan optimis.
“Saya memiliki cita-cita untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri favorit pilihan,” doanya.
Rasa syukur, juga diungkapkan Kiky Aulia, Saya sangat bersyukur bisa berada di titik ini, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
“Setelah melewati berbagai proses revisi yang panjang serta pertimbangan dari pilihan mata lomba lainnya, akhirnya saya dan rekan saya bisa mempersembahkan prestasi ini serta membawa nama baik keluarga, sekolah, kabupaten, hingga tingkat provinsi,” kata Kiky Aulia Maharani.
Ke depannya, Kiky berharap prestasi ini menjadi langkah awal baginya untuk terus berkembang.
“Saya ingin menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di sekolah negeri,” harap Kiky Aulia.
Sementara itu Guru Pendampingnya, Anisyah Rahmayanti mengaku kalau kekurangan yang perlu dievaluasi diantara kurang persiapan.

“Pengumuman finalis dan kegiatan final terlalu mepet sehingga kurang maksimal dalam persiapan,” jelasnya.
“Harapan kami kedepannya jarak pengumuman finalis dan pelaksanaannya tidak terlalu dekat, sehingga persiapan lebih matang,” harap Anisyah.
Kepala SMP Negeri 1 Taman Dra. Masroh Hidajati, M.Pd juga merasa tetap bersyukur. Karena meraih medali perunggu yang disaring dari finalis secara nasional merupakan prestasi yang luar biasa.
“Sungguh dedikasi anak-anak dalam melewati seleksi naskah yang sangat ketat, dan luar biasa,” tuturnya.
Prestasi ini membuktikan bahwa ekosistem penelitian, pembinaan dan bimbingan ilmiah berjalan dengan sangat baik. “Tentu ini juga menjadi bahan evaluasi, refleksi, dan motivasi di masa depan,” terang Bu Masroh_sapaan akrabnya.(mad)








