SIDOARJO (RadarJatim.id) — SD Negeri (SDN) Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kebudayaan daerah kepada para peserta didiknya, melalui program kebiasaan unik bertajuk ‘JULIJA’ (Jumat Literasi Jawa), yang dilaksanakan tiap hari Jumat sebulan sekali.
Program yang menjadi bagian dari Jumat Karakter ini dirancang khusus untuk memperkuat pemahaman serta rasa cinta siswa terhadap bahasa dan budaya Jawa. Dalam penerapannya semua guru dan siswa memakai Pakaian Adat Jawa, Berbudaya Jawa hingga berbahasa Jawa.
Kepala SD Negeri Dukuh Tengah Buduran, Taufan Kusuma, menjelaskan bahwa kegiatan JULIJA bertujuan untuk memberikan pendidikan, pengalaman, serta pendalaman budaya lokal Sidoarjo, agar semakin terpatri dalam benak dan kehidupan sehari-hari para murid.
Menurutnya, langkah ini sangat krusial di tengah pesatnya perkembangan zaman. “Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami untuk tetap melestarikan budaya dan bahasa Jawa yang kian hari semakin terkikis oleh penggunaan bahasa-bahasa gaul di media sosial, “ tutur Taufan Kusuma pada (2/10/2026) siang.
Suasana lingkungan sekolah saat kegiatan JULIJA berlangsung pun tampak berbeda dan kental dengan nuansa tradisional. Seluruh guru dan murid kompak mengenakan pakaian adat Jawa. Rangkaian kegiatannya diawali dengan melantunkan tembang Jawa secara bersama-sama, mulai dari tembang macapat hingga tembang dolanan.

Tak hanya itu, para siswa juga diajak mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional Nusantara, seperti dakon, bentengan, patil lele, engklek, hingga gobak sodor. “Sepanjang aktivitas tersebut, seluruh warga sekolah juga dibiasakan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar,” terang Pak Taufan_sapaan akrabnya.
“Jadi melalui integrasi antara busana, seni tembang, permainan tradisional, dan tata bahasa ini, SD Negeri Dukuh Tengah berharap, karakter generasi muda yang berakar kuat pada kearifan lokal dapat terus terjaga dan lestari,” harapnya.(mad)








