SIDOARJO (RadarJatim.id) — Konsulat Jenderal Australia di Surabaya menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan inklusif bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur, khususnya yang ada di wilayah Sidoarjo.
Hal tersebut disampaikan oleh Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, dalam pembukaan Pelatihan Komunikasi digital bagi OPDis (Organisasi Penyandang Disabilitas, pada (3/10/2026) pagi.
Prosesi pembukaan dilakukan terlebih dahulu oleh BLSDM (Balai Latihan SDM) Komdigi Surabaya Bagus Winarko, S.Kom MT di Kantor BLSDM Komodigi Surabaga di Gedangan Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Christine Bui yang tampil mengenakan busana batik sebagai bentuk penghormatan, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai pihak, termasuk INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), yang merupakan program kemitraan pendidikan pemerintah Indonesia dan Australia, serta para OPDis Sidoarjo.
“Australia dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan inklusif, di mana setiap orang dapat berpartisipasi, berkontribusi, dan berkembang,” sampainya.
Ia menambahkan bahwa program INOVASI terus mendukung upaya Indonesia dalam memastikan seluruh anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Lebih lanjut, Christine menekankan bahwa inklusi tidak hanya sebatas membuka akses, tetapi juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan pendapat dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.
”Melalui pelatihan komunikasi digital ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dalam menyampaikan cerita, memperluas jangkauan audiens, serta melakukan advokasi isu-isu disabilitas secara lebih efektif,” harapnya.
”Penyandang disabilitas adalah pakar atas pengalaman mereka sendiri. Ketika mereka memiliki alat dan kesempatan untuk memimpin perubahan, kita dapat membangun komunitas yang lebih kuat dan inklusif,” pungkas Christine Bui.
Sementara itu Bagus Winarko juga menegaskan kalau kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) kemitraan bidang pendidikan pemerintah Indonesia Australia, dan BLSDM Komdigi Surabaya dalam mendukung penguatan kapasitas organisasi penyandang disabilitas (OPDIS) di bidang komunikasi dan media digital.
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kemampuan para peserta dari OPDis,” jelas Bagus Winarko.

Diharapkan mereka bisa mendokumentasikan berbagai kegiatan dan program kerja. Mengelola media dan sarana komunikasi secara efektif. Menyebarluaskan berbagai praktik baik (best practices), serta pengalaman yang menginspirasi masyarakat luas.
“Kerja sama ini, diharapkan organisasi penyandang disabilitas semakin memiliki kemampuan untuk menyuarakan aspirasi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” harap Pak Bagus_sapaan akrabnya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Direktur Bidang Prioritas Pembangunan dan Komunikasi, Program INOVASI, Feiny Santosa.
Dengan melibatkan OPDis Sidoarjo, diantaranya HWDI, PPCM, Pertuni, Gerkatin, ITMI juga menghadirkan Narasumber dari SD Islam A Education, juga lima orang dari Tim INOVASI.(mad)







