SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Negeri 4 Waru terus menunjukkan komitmennya dalam membina karakter peserta didik berbasis keagamaan. Hasilnya, sekolah tersebut merengkuh penghargaan School Religious Culture (SRC) dari Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, pada (7/10/2026) siang.
Penerapan program pembiasaan keagamaan ini dilakukan melalui kolaborasi erat antar seluruh elemen sekolah. Guru Agama Islam Bagus Permadi Eko Jatmiko, M.Pd., menyampaikan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari kerja sama dan dukungan penuh dari kepala sekolah serta seluruh WARGA SEKOLAH.
“Proses pengurusan administrasi hingga pengunggahan dokumen kegiatan dan foto pembiasaan untuk penilaian SRC kami lakukan hanya dalam waktu empat hari. Namun, kebiasaan keagamaan di sekolah ini sebetulnya sudah berjalan secara rutin, dan sudah lama,” jelas Pak Bagus_sapaan akrabnya.
Menurutnya, ada beberapa kegiatan keagamaan harian yang konsisten dijalankan di SMP Negeri 4 Waru antara lain, doa dan sholat dhuha bersama, yang dilaksanakan setiap pagi hari sebelum memulai pembelajaran. “Ada One Day One Line, yaitu pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin,” terangnya.

Kepala SMP Negeri 4 Waru Mar’atus Sholicha, S.Pd M.Pd juga menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan di sekolahnya sejatinya sudah berlangsung lama .
Ia juga menekankan bahwa program SRC bukan sekadar meraih penghargaan atau sekedar ‘Membranding Sekolah’ semata, melainkan tanggung jawab moral untuk membentuk karakter generasi yang Islami.
“Ke depannya, pihak sekolah berencana meningkatkan mutu pelayanan keagamaan guna mempersiapkan diri menuju penilaian SRC tingkat provinsi,” tegasnya.
Selain pembiasaan harian, SMP Negeri 4 Waru juga memiliki program ekstrakurikuler Tahfidh Al-Qur’an yang diadakan setiap hari Sabtu usai jam sekolah (pukul 12.00–13.30 WIB).
Guru Agama Islam sekaligus Pembina Tahfidh, Sofil Widada, S.Pd.I., mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 25 siswa yang menjadi bagian dari kelompok tahfidh. Salah satu siswa kelas 8.1, Nabila, bahkan telah berhasil menghafal hingga 24 juz.

Lanjutnya, untuk mengapresiasi capaian tersebut, pihak sekolah menjajaki kerja sama (MoU) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo untuk pelaksanaan tasmi’/tasghih.
“Jadi, sertifikat resmi yang diterbitkan nantinya diharapkan dapat menjadi bekal dan nilai tambah bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.(mad)








