SURABAYA (RadarJatim.id) – Jarak dan perbedaan zona waktu tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa Program Studi S2 Pendidikan Dasar (Pendas) melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mengikuti perkuliahan. Hal itu terlihat dalam kuliah perdana Kelas A yang mempertemukan 17 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk mahasiswa yang berada di wilayah perbatasan, Pulau Rote, hingga mahasiswa yang kini bermukim di Sydney, Australia.
Perkuliahan perdana dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Kamis (8/10/2026). Salah satu mahasiswa, Anna Jannah, mengikuti perkuliahan dari Sydney dengan perbedaan waktu sekitar empat jam dari Indonesia. Perkuliahan yang dijadwalkan mulai pukul 18.50 hingga 20.30 WIB tersebut membuat Anna mengikuti kelas hingga sekitar pukul 23.00 waktu Sydney.
Menariknya, suasana kuliah malam itu berlangsung santai dan interaktif. Saat menyapa mahasiswa, salah satu dosen, Dr Hendrik Pandu Paksi, SPd, MPd, sempat bergurau dengan mengingatkan mahasiswa agar menyiapkan camilan dan kopi supaya tidak mengantuk selama mengikuti perkuliahan malam. Gurauan tersebut langsung disambut riuh oleh mahasiswa dengan jawaban serempak: “Siap, Pak!”.
Meski berlangsung secara daring dan pada malam hari, mahasiswa terlihat antusias mengikuti jalannya perkuliahan. Mereka saling memberikan pendapat dan berdiskusi secara aktif. Keberagaman asal daerah mahasiswa justru memperkaya perspektif dalam pembelajaran.
Kuliah perdana tersebut mengangkat mata kuliah Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar yang diampu oleh Dr Hitta Alfi Muhimmah, MPd dan Dr Hendrik Pandu Paksi, SPd, MPd. Materi perkuliahan membahas bagaimana merancang strategi pembelajaran inklusif yang berpusat pada peserta didik melalui Universal Design for Learning (UDL), pembelajaran berdiferensiasi, dan pembelajaran kolaboratif.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan mengaitkan materi dengan pengalaman di lingkungan pendidikan masing–masing. Berbagi pengalaman inilah yang menjadi ruang interaktif antar mahasiswa.
“Kelasnya cukup aktif dan semoga semangat belajarnya terus terjaga hingga akhir perkuliahan nanti,” ucap Dr Hitta Alfi saat memberikan apresiasi kepada mahasiswa kelas A yang aktif memberikan respon saat perkuliahan.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk Pulau Rote dan Sydney, menunjukkan, bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuka ruang pendidikan yang lebih luas. Jarak geografis dan perbedaan zona waktu bukan lagi menjadi halangan untuk belajar dan berinteraksi dalam satu ruang akademik.
Kuliah perdana ini menjadi awal perjalanan 17 mahasiswa S2 Pendas Unesa untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan pendidikan dasar dalam ruang kelas virtual yang melampaui batas wilayah. (sha)
Kontributor: Elisyah Susanty







