SIDOARJO (RadarJatim.id) — Mengingat pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Kini SMP Negeri 2 Krian mengajak para orang tua wali murid untuk terus mendampingi anak-anaknya menuju masa depan.
Ajakan tersebut dikemas dalam parenting bertemakan ‘Mendampingi Remaja, Menguatkan Masa Depan’ pada (10/10/2026) pagi di Masjid Ath-Thowalib Spendaka.
Sebagai penguatan pendampingan untuk orang tua dan siswa kelas 9, pihak sekolah juga menghadirkan narasumber untuk memotivasi, yakni Muhammad Ruman Nasruddin, M.Pd.I sebagai motivator dan penulis buku.
Acara dimulai dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Krian, Achmad Haris, S.Pd M.Pd.I sekaligus mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa yang terus setia mendampingi anak-anaknya, karena proses pendidikan itu di mulai dari rumah. “Pendidikan utama bagi anak-anak diawali dari rumah oleh orang tua (ibu), di mana ibu memiliki peran besar sebagai sosok yang paling dekat dan dihormati oleh anak,” jelas Achmad Haris.
Lanjutnya, terdapat empat elemen utama yang membentuk perilaku dan karakter putra-putri, yaitu, Rumah/Keluarga, sebagai tempat pendidikan pertama dan utama. Sekolah, berperan untuk membantu mengembangkan dan mendampingi materi serta menerapkan kedisiplinan (sekolah mendampingi sekitar 7 jam dalam sehari, sementara sisa waktunya dihabiskan di rumah dan lingkungan).
“Juga lingkungan, memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pergaulan anak. Teman pergaulan. Siapa teman dekat anak sangat menentukan perilaku sehari-hari mereka,” katanya.
“Oleh karena itu, orang tua diharapkan untuk selalu waspada, memberikan perhatian maksimal, serta meluangkan waktu khusus untuk mendampingi anak-anak mereka, baik di rumah maupun dalam memantau pergaulan di luar rumah,” harap Pak Haris_sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ustad Muhammad Ruman Nasruddin menekankan pentingnya fokus, komunikasi efektif, serta restu dan doa dari orang tua sebagai kunci utama kesuksesan anak.
Ia juga mengingatkan para orang tua bahwa kunci keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya.
Disamping itu saya juga para peserta dan siswa untuk membangun komunikasi yang selaras dengan keluarga, serta mengurangi gangguan seperti penggunaan gawai saat berinteraksi.
Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa ridha Allah terletak pada ridha orang tua. “Oleh karena itu, hubungan yang harmonis, sikap berbakti, serta permohonan maaf dan doa restu yang konsisten dari orang tua diyakini menjadi jalan lapang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita, kesuksesan, serta masa depan yang gemilang,” ajaknya.(mad)







