KEDIRI (Radarjatim.id) – Pelajar SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Kediri menunjukkan kreativitas mereka melalui Student Oto Contest yang digelar di SMK YP 17 Pare, Rabu (14/10/2026). Ajang ini menghadirkan kompetisi modifikasi sepeda motor, lomba mural, hingga e-Sports Mobile Legends.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda tengah semester dan Dies Natalis SMK YP 17 Pare Tahun Ajaran 2026/2027. Berbagai kompetisi itu memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan minat di luar kegiatan akademik.
Salah satu peserta kontes otomotif, Galang, mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut. Menurut dia, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman di bidang modifikasi sepeda motor.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelajar seperti saya untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman di bidang otomotif,” kata Galang.
Ia menilai, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan hasil kreativitas sekaligus bertukar pengalaman dengan peserta lain yang memiliki ketertarikan di bidang otomotif.

Mural Keselamatan Berkendara
Selain otomotif, lomba mural menjadi salah satu kegiatan yang dimanfaatkan pelajar untuk menyampaikan pesan melalui karya seni.
Peserta lomba, Icha Dwi Naya, mengatakan, dirinya bersama empat rekannya telah mempersiapkan karya untuk mengikuti kompetisi tersebut. Timnya memilih tema keselamatan berlalu lintas, terutama bahaya menggunakan telepon genggam saat berkendara. Pesan itu mereka tuangkan melalui gambar yang menampilkan petugas kepolisian dan pengguna jalan yang menggunakan ponsel ketika berada di jalan raya.
Melalui karya tersebut, Icha dan timnya ingin mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, agar tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara karena dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kegiatan ini juga menghadirkan kompetisi e-Sports Mobile Legends bagi pelajar yang memiliki minat di bidang permainan elektronik. Beragam kategori tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyalurkan kemampuan melalui bidang otomotif, seni, maupun permainan digital.
Kepala SMK YP 17 Pare, Luluk Nadzifah, mengapresiasi kreativitas dan kemampuan siswa yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurut Luluk, siswa perlu mendapat ruang untuk mengembangkan potensi sesuai minat masing-masing.
Kemampuan pelajar, kata dia, tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bagi siswa untuk belajar berkompetisi secara sehat sekaligus menghargai karya orang lain.
Melalui rangkaian tengah semester dan Dies Natalis ini, sekolah berharap siswa semakin terdorong untuk mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya sesuai bidang yang diminati. (rul)







