SIDOARJO (RadarJatim.id) – SMP Negeri 1 Sedati kembali menunjukkan taringnya dalam melahirkan berbagai terobosan kreatif dan sangat inovatif. Tahun ini, telah bersiap mengikutsertakan empat inovasi penting untuk ajang Indek Inovasi Daerah (IID), yang terdiri dari dua inovasi dari pihak sekolah dan dua inovasi hasil karya siswa.
Khusus untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dua inovasi sekolah telah didaftarkan secara resmi. Empat inovasi yang akan dilombakan dan dilaporkan tahun ini mencakup berbagai bidang menarik.
Hasil karya tersebut mendapatkan penghargaan dari Bupati Sidoarjo Subandi, SH M.Kn pada acara yang dikemas dalam ‘Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo 2026), pada (15/10/2026) pagi di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.
Kepala SMP Negeri 1 Sedati, Ratna Diyah Mustikawati, S.Pd M.Pd keempat inovasi tersebut diantaranya, Sabba Karya (Seragam Batik Karya Siswa), yaitu inovasi pembuatan batik seragam yang diperuntukkan bagi seluruh siswa.
Kopisased, yaitu komunitas belajar yang digagas sebagai wadah pengembangan bersama. Inovasi sekolah lainnya, dikembangkan langsung oleh para pendidik dan tenaga kependidikan demi memberikan layanan terbaik dari berbagai bidang, yakni Albinplast (Aloe Vera Binahong Plaster) dan Apthoplast (Apthous Stomatitis Plaster)
“Inovasi murni yang dari para siswa khususnya anak-anak di KIR (Karya Ilmiyah Remaja) yang telah melalui proses riset mendalam dan berhasil menyabet juara di tingkat nasional,” jelas Ratna Diyah Mustikawati usai merima penghargaan dari Bupati Sidoarjo Subandi.
Kami terus berkomitmen mendorong para pendidik agar senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui berbagai bidang. “Tidak hanya itu, dukungan penuh juga diberikan kepada para siswa untuk aktif melakukan riset, dan menghasilkan karya ilmiah remaja yang berkualitas,” tegasnya.
Dengan pencapaian ini, kami berharap ke depannya akan lahir lebih banyak lagi inovasi-inovasi cemerlang dari para siswa untuk dilaporkan di ajang IID. Para guru dan tenaga kependidikan juga didorong untuk terus kreatif dan inovatif dalam menyumbangkan gagasan terbaik demi kemajuan Sidoarjo.

“Target ke depan, jumlah inovasi yang dilahirkan diharapkan bisa melebihi pencapaian tahun ini,” harap Bu Ratna_sapaan akrabnya.
Semangat kompetisi sehat ini, menurut Subandi, tidak lagi hanya didominasi oleh pejabat tingkat atas. Gelombang inovasi kini telah merambah hingga ke akar rumput masyarakat. ”Semuanya berlomba-lomba memberikan yang terbaik. Mulai dari Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Sekolah, hingga tingkat kampung melalui program Kampung Inovasi,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mewanti-wanti agar deretan inovasi yang diciptakan tidak berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan beban administratif belaka. ”Inovasi tidak boleh berhenti pada dokumen formalitas. Dampaknya harus konkret, berjangka panjang, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Itu target utama kita,” tegas Subandi.(mad)







