SIDOARJO (RadarJatim.id) — Komitmen SMP Negeri 1 Porong dalam melahirkan karya-karya kreatif di bidang pendidikan membuahkan hasil manis. Bertempat di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026) pagi, SMP Negeri 1 Porong dianugerahi penghargaan dalam acara Apresiasi Kontributor Inovasi Sidoarjo Tahun 2026.
SMP Negeri 1 Porong dinobatkan sebagai kontributor pelaporan inovasi terbanyak untuk tingkat SMP se-Kabupaten Sidoarjo. Proses penghargaan dilakukan secara simbolis Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH M.Kn bergantian dengan dengan Plt Sekda Sidoarjo Muhammad Ainur Rahman yang juga sebagai Kepala Bappeda Sidoarjo.
Usai menerima penghargaan Kepala Sekolah, Al Hadi, menyampaikan bahwa ada 4 program inovatif yang didaftarkan dan semuanya telah sukses meraih sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), diantaranya adalah MAGENTA (Majalah Generasi Bertalenta), SMIPOR NEWS (Sarana Literasi Tiga Bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa), SEHATI (Sehat, Ceria, dan Berprestasi) danSIGANA & GEGANA (Media Belajar Siaga Nusantara dan Geografi Mitigasi Bencana).
“Dengan diterimanya penghargaan ini, dan dilindunginya karya-karya tersebut secara hukum melalui HKI, SMP Negeri 1 Porong membuktikan tekadnya untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan memberikan dampak positif nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Bupati Sidoarjo Subandi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan cermin dari tingginya antusiasme dan komitmen seluruh jajaran perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi warga.
“Di mana ada inovasi, di mana ada pelayanan. Alhamdulillah, ini luar biasa, setiap tahun grafik kenaikannya sangat bagus,” kata Subandi usai menyerahkan penghargaan.
Semangat kompetisi sehat ini, menurut Subandi, tidak lagi hanya didominasi oleh pejabat tingkat atas. Gelombang inovasi kini telah merambah hingga ke akar rumput masyarakat.
”Semuanya berlomba-lomba memberikan yang terbaik. Mulai dari Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Sekolah, hingga tingkat kampung melalui program Kampung Inovasi,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mewanti-wanti agar deretan inovasi yang diciptakan tidak berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan beban administratif belaka.
”Inovasi tidak boleh berhenti pada dokumen formalitas. Dampaknya harus konkret, berjangka panjang, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Itu target utama kita,” tegas Subandi.(mad)








