• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Ekosistem Lingkungan

Pakar ITS Soroti Penurunan Kualitas Udara Surabaya di Tengah Cuaca Panas

by Radar Jatim
16 Oktober 2026
in Ekosistem Lingkungan
0
Pakar ITS Soroti Penurunan Kualitas Udara Surabaya di Tengah Cuaca Panas

Pakar ITS Dr Eng Arie Dipareza Syafei, ST, MEPM menyoroti penurunan kualitas udara di Surabaya. (ist)

22
VIEWS

SURABAYA (RadarJatim.id) — Kondisi kualitas udara di Surabaya menjadi perhatian di tengah cuaca panas yang hingga kini masih melanda. Menanggapi fenomena tersebut, pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Eng Arie Dipareza Syafei, ST, MEPM, menyoroti faktor penyebab pencemaran udara, serta pentingnya upaya pengendalian untuk menjaga kualitas udara di Kota Pahlawan ini.

Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya pada 15 Oktober 2026, hasil pemantauan di Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Tandes menunjukkan, bahwa konsentrasi partikulat meter ukuran 2,5 mikron (PM2.5) sempat berada dalam kategori Tidak Sehat, terutama pada rentang waktu pukul 06.00–09.00 WIB.

“Hal ini menunjukkan adanya episode pencemaran yang perlu ditanggapi secara serius,” ujar dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS tersebut, Jumat (16/10/2026).

Arie menjelaskan, kualitas udara dinilai melalui pengukuran konsentrasi polutan, seperti PM2.5, PM10, ozon, nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan karbon monoksida (CO). Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk menentukan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai informasi mengenai tingkat pencemaran dan risiko kesehatan.

Berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021, katanya, baku mutu PM10 ditetapkan sebesar 75 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam dan 40 µg/m³ untuk rata-rata tahunan. Sementara itu, baku mutu PM2.5 sebesar 55 µg/m³ untuk rata-rata 24 jam dan 15 µg/m³ untuk rata-rata tahunan. Arie menekankan, hasil pengukuran harus disesuaikan dengan periode rata-ratanya dan bahwa kualitas udara yang memenuhi baku mutu tidak sepenuhnya bebas dari risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Ia menjelaskan, penurunan kualitas udara di Surabaya tidak semata-mata disebabkan oleh cuaca panas, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi. Sumber pencemar tersebut antara lain berasal dari kendaraan bermotor, aktivitas pembakaran industri, dan pembakaran terbuka. Selain itu, debu fugitif dari area terbuka juga dapat berkontribusi terhadap pencemaran udara.

Kepala Laboratorium Pengendalian Pencemaran Udara dan Perubahan Iklim ITS tersebut menegaskan, cuaca panas bukan merupakan sumber langsung munculnya PM2.5, melainkan kondisi yang dapat memengaruhi dinamika polutan di udara. Arie menambahkan, intensitas sinar matahari yang tinggi dapat meningkatkan pembentukan ozon, sedangkan pemanasan permukaan turut memengaruhi proses pencampuran udara.

Alumnus program doktoral Hiroshima University, Jepang tersebut juga memaparkan, wilayah dengan tingkat emisi kendaraan yang tinggi berpotensi mengalami peningkatan pencemaran udara. Terutama pada pagi hari ketika volume kendaraan di jalan mulai meningkat.

“Peningkatan emisi pada pagi hari, ketika lapisan pencampuran udara masih relatif dangkal, dapat menyebabkan polutan lebih mudah terakumulasi di lapisan troposfer,” tandas Arie.

Penurunan kualitas udara sendiri juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat di Kota Surabaya. Dalam jangka pendek, paparan polusi udara dapat menyebabkan iritasi, batuk, sesak napas, hingga memperburuk asma. Sementara itu, paparan berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan paru-paru.

Kondisi cuaca panas juga dapat menambah beban tubuh, termasuk meningkatkan risiko dehidrasi.

“Kombinasi keduanya perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru,” tambahnya.

Menutup penjelasannya, Arie menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengendalikan pencemaran udara. Pemerintah diharapkan bisa memperkuat sistem peringatan kualitas udara, menindak praktik pembakaran terbuka, serta memeriksa sumber emisi tinggi.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak lagi membakar sampah dan memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

“Kita perlu bersama-sama mereduksi emisi,” pungkas Arie mengingatkan. (sha)

Tags: Cuaca PanasPakar ITSPenurunan Kualitas Udarasurabaya

Related Posts

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sita 95 Gram Sabu di Wonokromo Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp 7,5 Juta

Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sita 95 Gram Sabu di Wonokromo Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp 7,5 Juta

by Radar Jatim
11 Oktober 2026
0

RADAR JATIM BARANG HARAM: Satresnarkoba...

Willow Baby Expo 2026 Vol. 2 di Surabaya, Ajak Keluarga Eksplorasi Potensi Anak

Willow Baby Expo 2026 Vol. 2 di Surabaya, Ajak Keluarga Eksplorasi Potensi Anak

by Radar Jatim
29 Agustus 2026
0

Willow Baby Expo (Wilbex) 2026...

GIIAS The Series 2026, Sapa Pecinta Otomotif Surabaya

GIIAS The Series 2026, Sapa Pecinta Otomotif Surabaya

by Radar Jatim
14 Agustus 2026
0

GIIAS The Series 2026, antusias...

Load More
Next Post
Gus An’im Dorong Pemkab Kediri Tiru Bojonegoro, Lulusan SD Diharapkan Hafal Juz Amma

Gus An’im Dorong Pemkab Kediri Tiru Bojonegoro, Lulusan SD Diharapkan Hafal Juz Amma

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Padati Alun-alun Tugu Malang, Dukung MBG Menuju 82 Juta Penerima Manfaat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • Peternakan
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In