SIDOARJO (RadarJatim.id) Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2026 begitu terasa meriah di lingkungan MINU KH Mukmin Sidoarjo. Ratusan siswa mengikuti pawai kirab dengan mengenakan beragam busana Islami, mulai dari pakaian santri hingga busana Arab berupa jubah.
Para peserta juga membawa bendera Merah Putih dan bendera Nahdlatul Ulama (NU), sebagai wujud kecintaan terhadap agama, bangsa, dan tradisi keislaman dan juga membawa bunga mawar sebagai bentuk cinta Rusulullah SAW.
Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo,Anis Faridah,menjelaskan bahwa pawai yang digelar pada Rabu (21/10) tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Dimana Kegiatan diikuti 623 siswa-siswi bersama 57 guru dan tenaga pendidik.
Menurut Anis, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai ketertiban, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Sepanjang pawai, para peserta melantunkan sholawat dan nadham Aqidatul Awam, yang dikenal dalam tradisi pembelajaran keislaman di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat kesantrian kepada anak-anak, sekaligus mengenalkan nilai perjuangan, keagamaan, dan kebangsaan sejak dini,” tuturnya.
Pada rangkaian peringatan pada hari Rabu (21/10/2026) juga diisi dengan kegiatan cosplay seorang tokoh ulama dan pahlawan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak nonton bareng lebih mengenal biografi, karakter, serta keteladanan para ulama dan tokoh yang berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.
Nonton bareng film bertema kiai dan santri menggambarkan perjuangan santri pada masa lalu dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus peran generasi santri masa kini dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, dan kegiatan positif.
Tak hanya itu, sejumlah alumni MINU KH Mukmin Sidoarjo ikut hadir dari berbagai angkatan turut berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para siswa.
Kehadiran alumni diharapkan mendorong peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, khususnya melalui pendidikan di pondok pesantren.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10/2026) melalui kegiatan upacara bersama diikuti seluruh keluarga besar MINU KH Mukmin Sidoarjo.
Menariknya, sejumlah atribut dan miniatur dibuat dari bahan bekas yang didaur ulang. Kreativitas siswa ini sejalan dengan komitmen MINU KH Mukmin Sidoarjo sebagai madrasah Adiwiyata yang terus menggalakkan pengelolaan sampah dan pembiasaan hidup ramah lingkungan. (RJ)








