GRESIK (RadarJatim.id) — Forum Ta’aruf As-Sakinah yang digagas oleh salah satu pengurus MUI Kecamatan Kebomas dan sehari-hari bertugas sebagai penyuluh agama di KUA, salah satu programnya adalah memediasi pasangan untuk menjalani rumah tangga secara sah.
“Menemukan pasangan hidup bukan sekadar mempertemukan dua orang, tetapi juga membangun kejujuran, kesiapan, dan tanggung jawab sebelum memasuki pernikahan. Prinsip ini menjadi bagian dari ikhtiar Forum Ta’aruf As-Sakinah dalam mendampingi masyarakat mengenal calon pasangan secara lebih terarah,” ungkap Dion, penggagas Forum Ta’aruf, Jumat (23/10/2026).
Salah satu pasangan peserta dari Forum Ta’aruf As Sakinah, setelah melalui proses ta’aruf memutuskan mengakhiri masa kesendiriannya lewat ijab qobul (pernikahan) di hadapan penghulu. Pasangan itu adalah Agus Cahyono dan Putri Ni’matul Lillah. Keduanya melaksanakan abdunnikah pada Jumat (23/10/2026), dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gresik, Nasichun Amin.
Proses ta’aruf pasangan tersebut hingga ke pelaminan berlangsung kurang lebih lima bulan. Bagi Agus, yang kehilangan istri dan memiliki dua anak, keputusan membangun rumah tangga kembali bukan perkara sederhana. Ia berharap dapat kembali membangun kehangatan keluarga bagi anak-anaknya.
Setelah sempat mengetahui program ta’aruf di luar daerah, Agus mencari alternatif yang lebih dekat hingga menemukan informasi Forum Ta’aruf As-Sakinah melalui media sosial.
Menurut Dion, penggagas Forum Ta’aruf As-Sakinah sekaligus penyuluh agama Islam di Kabupaten Gresik, Agus dan Putri memulai ta’aruf pada 29 Mei 2026 setelah dipertemukan melalui forum tersebut. Prosesnya meliputi seleksi awal, pertukaran biodata, komunikasi terarah, sesi deep talk, dan pendampingan.
Dion membimbing tema-tema dalam sesi deep talk yang berlangsung intensif, mulai dari karakter dan pandangan hidup hingga harapan, tanggung jawab keluarga, serta kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah.
Bagi Agus dan Putri, keseriusan dan kejujuran menjadi pertimbangan utama. Keduanya berupaya memastikan kesesuaian informasi serta kesiapan menerima pasangan secara utuh, termasuk keadaan keluarga dan tanggung jawab terhadap anak-anak. Agus memiliki dua anak, sedangkan Putri juga memiliki seorang anak.
Dalam sesi deep talk, Putri menyiapkan delapan pertanyaan penting untuk menggali pandangan mereka tentang kehidupan dan keluarga setelah menikah. Percakapan mendalam ini menjadi ruang untuk membahas hal-hal mendasar yang tidak selalu terungkap dalam perkenalan biasa.
Perjalanan keduanya sekaligus menjadi pengingat pentingnya memilih layanan ta’aruf secara cermat. Kejelasan pengelola, mekanisme layanan, perlindungan data pribadi, dan validitas informasi calon pasangan perlu diperhatikan. Sementara masyarakat, jelas Dion, juga perlu mewaspadai layanan yang tidak jelas identitas pengelolanya, meminta data sensitif tanpa penjelasan memadai, atau menjanjikan hasil secara berlebihan.
Ke depan, Forum Ta’aruf As-Sakinah akan dikembangkan menjadi komunitas pencari jodoh Islami yang juga menyediakan edukasi pranikah bagi masyarakat yang telah memasuki usia siap menikah. Forum ini direncanakan terbuka lebih luas bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya melalui kegiatan edukasi pranikah, sekaligus fasilitasi pencarian pasangan yang Islami, aman, dan bertanggung jawab. (har)





