KEDIRI (RadarJatim.id) – Industri perfilman Indonesia kembali diramaikan oleh karya dari daerah. Kali ini, film lokal asli Kediri berjudul Piye To Kih? siap menunjukkan kiprahnya dan bersaing dengan film-film produksi nasional.
Film yang disutradarai Ito Mavin tersebut menjadi langkah baru bagi kreator lokal Woko Channel untuk melebarkan sayap dari platform YouTube ke layar lebar. Menariknya, produksi ini mempertemukan para pemain Woko Channel dengan sejumlah aktor nasional.
Dalam acara pemutaran perdana di Ramayana Mall XXI, Jumat (6/11/2026), Ito Mavin mengungkapkan, bahwa kolaborasi tersebut berangkat dari keyakinannya terhadap besarnya potensi kreator daerah. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan talenta kreatif. Banyak kreator dari daerah, katanya, yang mampu berkembang dan menjangkau audiens lebih luas melalui pemanfaatan internet dan media sosial.
Ito mengaku sudah lama mengikuti perjalanan Woko Channel, bahkan sejak mereka masih memproduksi konten menggunakan telepon genggam. Dari situ muncul keinginannya untuk membawa para kreator asal Kediri tersebut masuk ke dunia sinema.
“Justru saya melihat potensi daerah itu sangat besar. Mungkin yang belum dimiliki atau didapat adalah kesempatannya saja,” ungkap Ito.
Film Piye To Kih? mengusung genre drama komedi supernatural. Meski dibalut cerita ringan, film ini membawa pesan mengenai perjuangan, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya menjadikan diri sendiri pantas untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah pemain nasional, di antaranya, Dara Sarasvati, Gabriel Desta, Lorenzo Gibbs, Devina Aurel, dan Fatih Marwoto. Sementara soundtrack film turut melibatkan Lek Dahlang.
Ito menjelaskan, proses penyatuan chemistry antara pemain lokal dan pemain nasional dilakukan melalui coaching serta berbagai kegiatan bersama sebelum proses produksi dimulai. Menurutnya, film daerah memiliki peluang untuk berkembang apabila para pelakunya berani mengambil langkah lebih jauh. Ia menilai potensi kreatif dari Kediri sangat terbuka untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
Menariknya, sekitar 80 persen dialog dalam film ini menggunakan bahasa Jawa. Meski demikian, para pembuat film berharap, Piye To Kih? tidak hanya dinikmati masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi juga penonton dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemutaran perdana di Kediri menjadi momentum bagi para pemain untuk kembali ke kampung halaman sekaligus meminta dukungan masyarakat. Selanjutnya, film ini dijadwalkan menggelar gala premiere di Jakarta pada 12 November 2026.
Kehadiran Piye To Kih? menjadi salah satu upaya kreator lokal Kediri untuk menunjukkan, bahwa karya dari daerah juga memiliki kesempatan menembus layar lebar dan ikut meramaikan persaingan perfilman nasional. (rul)






