SIDOARJO (RadarJatim.id) – Suasana menjelang Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Sidoarjo yang akan digelar di Fave Hotel, jalan raya Jenggolo, Nomor 15. Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo hari ini mulai memanas, Sabtu (4/3/2026).
Mulai dari adanya penolakan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB terhadap pihak-pihak yang berusaha memunculkan nama H. Subandi, Sriatun dan Rafi Wibisono sebagai kandidat bakal calon (balon) Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo.
Kini beredar dikalangan peserta Muscab PKB Sidoarjo adanya dugaan intervensi atau penekanan terhadap beberapa Ketua DPAC PKB untuk mengusung dan menyuarakan Subandi sebagai kandidat balon Ketua DPC PKB Sidoarjo.
Minimal ada dua orang Ketua DPAC PKB yang diduga mendapatkan tekanan dari ‘penguasa’ Sidoarjo, yaitu Nanang Wahyono selaku Ketua DPAC PKB Tarik dan Niswatin selaku Ketua DPAC PKB Buduran.
Nanang Wahyono dan Niswatin saat ini statusnya masuk dalam susunan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Dimana SK Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo akan habis pada Mei 2026 ini.
Apabila keduanya tidak megusulkan nama Subandi sebagai kandidat balon Ketua DPC PKB Sidoarjo, maka Surat Keputusan (SK) terkait kepengurusan Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo tidak akan diperpanjang.
Anggaran Dewan Pendidikan setiap tahunnya berasal dari dari dana hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang besarannya ditentukan langsung oleh Bupati Sidoarjo. Jadi dugaan adanya intervensi dari ’penguasa’ kepada dua orang Pengurus Dewan Pendidikan yang merangkap sebagai Ketua DPAC PKB itu sangat beralasan.
Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Dewan Pendidikan adalah lembaga mandiri yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan didaerah.
Anggota Dewan Pendidikan diharapkan memiliki integritas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis. Dilarang menjadi pengurus partai politik, karena dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas dalam pengambilan keputusan pendidikan.
Jadi, pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sebaiknya tidak menjadi pengurus partai politik manapun untuk menjaga independensi dan integritas lembaga.
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat telepon selulernya, Ketua DPAC PKB Tarik, Nanang Wahyono memberikan jawaban diplomatis bahwa pihaknya menekankan langkah yang diambilnya itu adalah demi soliditas partai.
“Sebagai pengurus partai, saya ingin PKB tetap solid dan terus jaya. Ini sesuai dengan instruksi Ketua DPC (PKB Sidoarjo, red),” kata Nanang Wahyono.
Sementara itu, Niswatin belum memberikan pernyataan apapun saat dikonfirmasi RadarJatim.id terkait adanya dugaan intervensi penguasa dalam Muscab PKB Sidoarjo serta posisinya yang merangkap sebagai Pengurus Dewan Pendidikan Sidoarjo dan Ketua DPAC PKB Buduran. (mams)







