SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ketua Kelompok Fraksi ((Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) mengajak masyarakat Sidoarjo untuk mengenalkan wisata di Kabupaten Sidoarjo. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam membangun branding pariwisata daerah, khususnya melalui pemanfaatan media sosial.
Wisata di Kabupaten Sidoarjo dinilai punya potensi besar untuk menarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Untuk memaksimalkan promosi wisata di Sidoarjo, BHS menggandeng Kemenpar (Kementerian Pariwisata) RI.
Upaya memperkuat citra pariwisata daerah terus didorong melalui pelatihan teknis (bimbingan teknis/Bimtek) promosi digital bertajuk Wonderful Indonesia yang diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai kalangan masyarakat di Sidoarjo.
“Peserta ini nantinya diharapkan menjadi ujung tombak dalam membranding pariwisata Sidoarjo. Ini penting untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata BHS, disela bimtek di Hotel Luminor, Sabtu (9/5/2026) .
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menambahkan Sidoarjo memiliki potensi besar karena menjadi pintu gerbang wisatawan ke Jawa Timur melalui Bandara Internasional Juanda. Posisi strategis ini harus dimanfaatkan secara optimal melalui promosi yang masif dan kreatif.
“Semua wisatawan internasional yang ke Jawa Timur mendarat di Juanda yang secara administratif berada di Sidoarjo. Ini peluang besar yang harus kita tangkap,” tegasnya.
Peraih suara terbanyak angggota DPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo pada Pileg 2024 ini menambahkan pentingnya menekankan promosi berbasis konten digital yang tidak hanya menampilkan wisata alam, tetapi juga budaya, pariwisata kreatif, hingga pariwisata kuliner.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut serta mempromosikan pariwisata yang akan berdampak bisa menarik turis mancanegara.
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menambahkan bahwa program Wonderful Indonesia bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Indonesia.
“Wonderful Indonesia ini bukan hanya milik Kementerian Pariwisata, tetapi milik bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mempromosikan pariwisata melalui media sosial masing-masing,” kata Eni.
Ia menambahkan, dengan sinergi bersama DPR RI seperti Ir.H.Bambang Haryo Soekartono,M.I.Pol bisa ikut mengajak peran masyarakat dalam memproduksi dan menyebarkan konten digital dinilai sangat efektif karena memiliki dampak berantai (multiplier effect) dalam menarik minat wisatawan.
“Dari hal-hal sederhana, seperti membagikan konten kuliner, budaya, hingga destinasi lokal, itu bisa memberikan dampak besar bagi promosi pariwisata kita,” ujarnya.
Pihaknya berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya promosi pariwisata semakin meningkat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan di kancah global.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menyampaikan terima kasih kepada BHS dan Kemenpraf yang punya kepedulian ikut mempromosikan wisata di kabupaten Sidoarjo. Diharapkan dengan bimtek tersebut bisa membawa dampak positif promosi wisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
“Ini upaya dalam rangka mengggerakkan roda perekonomian dari sisi wisata dan UMKM. Di Sidoarjo saat ini sudah ditetapkan ada 21 desa wisata dan rencana tahun ini kita tambah 11 desa wisata,” kata Yudhi Irianto. (RJ1)






