SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMP Negeri 1 Sedati kembali mengukuhkan posisinya sebagai sekolah berprestasi di tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung, dua siswanya berhasil menyabet penghargaan bergengsi sekaligus, di ajang kompetisi penelitian siswa nasional.
Dialah Nathania Diandra Putri dan Naura Mutia Pramitha Raini yang berhasil meraih medali emas (IPA) Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia jenjang SMP/MTs dan sederajat yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen RI.
Disamping itu, SMP Negeri 1 Sedati juga mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Atas prestasi tersebut, Bupati Sidoarjo telah memberikan tiga penghargaan sekaligus kepada SMP Negeri 1 Sedati diakhir Upacara Hari Pendidikan Nasional pada (2/5/2026) pagi di Alun-alun Sidoarjo.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedati, Ratnya Diyah Mustikawati, S.Pd M.Pd mengungkapkan rasa bangganya saat menyampaikan kabar baik ini kepada Bapak Bupati Sidoarjo. “Penghargaan Adiwiyata Mandiri menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berbasis pelestarian lingkungan dan berkelanjutan di tingkat nasional,” ungkapnya.
Selain prestasi di bidang lingkungan, prestasi akademik non-konvensional juga ditunjukkan oleh para siswa. Satu tim yang terdiri dari dua siswa SMP Negeri 1 Sedati berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tingkat nasional tahun 2025.
”Untuk Adiwiyata ini yang mendapatkan penghargaan adalah institusi sekolahnya, sedangkan untuk medali emas diraih oleh tim siswa kami yang mengikuti kompetisi penelitian,” jelas Ratna Diyah Mustikawati.
Ia terangkan rahasia dibalik prestasi ini adalah, kita telah melakukan pendampingan yang intensif. Jadi, keberhasilan para siswa dalam menjuarai kompetisi penelitian tingkat nasional ini tidak didapatkan secara instan. “Sekolah menerapkan sistem pendampingan yang sangat terstruktur bagi para siswanya,” terangnya.

Selain melalui kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), pihak sekolah juga mengalokasikan waktu khusus untuk pendampingan riset. Strategi utamanya adalah dengan menghadirkan para ahli atau pakar riset (ekspert) untuk memberikan bimbingan langsung kepada siswa.
”Kami memberikan pendampingan intensif. Selain di sekolah melalui ekskul KIR, ada jam tambahan khusus di mana kami mengundang para pakar untuk mendampingi riset mereka secara lebih mendalam,” tambahnya.
”Dengan pencapaian ini, SMP Negeri 1 Sedati berharap dapat terus memotivasi siswa lainnya untuk berinovasi dan membawa nama baik Sidoarjo di kancah nasional, melalui karya-karya kreatif dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat,” harap Bu Ratna_sapaan akrabnya.(mad)







