SIDOARJO (RadarJatim.id) — Tim SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo berhasil mengukir prestasi yang sangat membanggakan, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, yakni meraih penghargaan bergengsi, Third Place Junior Category at Actions of Earth Award di Philipina 2026.
Mereka adalah Nelson Arno Priyono kelas 9A, Obed Nauval Jevoundra Takain kelas 9B, dan Aiko Sacca Anggatha kelas 8C, berhasil meraih Juara 3 melalui inovasi HIFOLIA. Atas prestasi tersebut, Bupati Sidoarjo memberikan penghargaan diakhir Peringatan Hari Pendidikan Nasional, pada 2 Mei 2026 di Alun-alun Sidoarjo.
Usai meraih penghargaan, Nelson menjelaskan inovasi yang membawanya meraih juara adalah produk sabun ramah lingkungan, yang berbahan dasar limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah.
Ia terangkan, ide pembuatan sabun ini muncul dari keresahannya melihat pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya di Sidoarjo. Ia mengamati bahwa minyak jelantah seringkali dibuang sembarangan ke selokan atau parit.
“Jadi, motivasinya karena melihat limbah-limbah di Sidoarjo belum terkelola dengan baik. Saya ingin membuat produk agar limbah itu bisa terpakai kembali dan bermanfaat bagi orang banyak,” terang Nelson yang didampingi Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolahnya.
Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang ke drainase dapat menyebabkan penyumbatan dan pencemaran lingkungan yang serius. Hal inilah yang mendorongnya untuk melakukan riset mendalam.
Proses tidak instan, Nelson mengaku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menyempurnakan produknya. Prosesnya meliputi pengumpulan limbah dari rumah tangga, tahap penyaringan (filtrasi), hingga pengolahan menjadi sabun yang aman digunakan. “”Proses risetnya kira-kira setahun. Minyak jelantah itu kita filter, lalu kita ubah menjadi sabun ramah lingkungan,” jelasnya.
Meski usianya masih remaja, dedikasi tim SMP Pembangunan Jaya 2 dalam melakukan penelitian ini terbayar lunas. Sebelum melaju ke tingkat internasional di Filipina, inovasinya ini juga telah diakui dan meraih juara di tingkat nasional.
“Langkah kedepannya ingin mengembangkan produk ini lagi, supaya nanti pemasarannya tidak cuma di Sidoarjo, tapi bisa ke luar kota bahkan luar negeri,” katanya.
“Inovasi Nelson dan tim menjadi bukti nyata, bahwa kepedulian terhadap lingkungan yang dipadukan dengan kreativitas dapat menghasilkan solusi bermanfaat sekaligus prestasi yang membanggakan di mata dunia,” tutur Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Dewi Masyithoh, M.Pd.

Keluarga Besar SMP Pembangunan Jaya 2 sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian siswa kami di Event Global Youth Summit 2026 di Filipina. Karena prestasi yang telah diraih ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tapi juga mengharumkan nama sekolah juga Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan tentunya.
“Jadi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan juga sangat mendukung siswa kami untuk berprestasi diajang yang sangat bergensi ini,” jelas Bu Dewi_sapaan akrabnya.
Adapan support yang kami berikan untuk anak-anak yang akan berangkat di ajang Earth Award telah dilakukan pembimbingan materi lomba, mulai dari pencarian ide, penelitian dan percobaan hingga berlatih presentasi yang semuanya dilakukan dalam Bahasa Inggris.
“Harapan kami, bahwa anak-anak dapat lebih percaya diri, terasah keterampilan komunikasi, kolaborasi, kratifitasnya ditingkat internasional. Tentunya untuk meraih prestasi yang membanggakan,” harap Dewi Masythoh.(mad)







