SURABAYA (RadarJatim.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Surabaya menggandeng Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur menggelar kuliah umum bersama. Kuliah umum ini dilaksanakan di kantor APBMI, Jalan Teluk Penanjung 39 Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Materi kuliah umum tentang pelayanan jasa bongkar muat. “Sinergi antara dunia akademi dengan pelaku bisnis ini baik sekali. Perusahaan bongkar muat dengan APBMI memberikan kontribusi kelancaran arus logistik nasional,” kata Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Dr Gugus Wijonarko, MM, dalam sambutan pembukaan.
Kuliah umum yang diikuti sekitar 300 mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi tersebut menghadirkan dua narasumber. Masing-masing Sekretaris DPW APBMI Jawa Timur dan Direktur PBM PT Bongkar Express Surabaya, Endang Miyansih, SE, MM. Selain itu, ada Bendahara DPW APBMI Jawa Timur dan Direktur PT Mahakarya Jasa Utama Mandiri, Dian Sanjaya.
Endang menjelaskan, bahwa tidak ada larangan bagi wanita untuk mengurus bisnis di pelabuhan. “Saya bisa mengerjakan sebagai mana orang lain mengerjakan bongkat muat di pelabuhan,” tutur Endang yang juga owner PT Anugrah Tiga Putra Trans tersebut.
Menurut Endang, bisnis PBM ada beberapa hal harus dipahami. Misalnya saja, beberapa peralatan berikut fungsi dan cara kerjanya. Selain itu, juga perlu menjalin hubungan dengan instansi, seperti KSOP dan Pelindo.
“Ini terkait dengan kita bongkar apa dan berapa lama waktu bongkar muat yang dibutuhkan,” tambah Endang.
Sementara Dian Sanjaya menjelaskan hubungan kerja sama PBM dengan mitra kerja dan pemilik barang. “Kelancaran arus logistik di pelabuhan saling terkait dengan beberapa pihak. Kerja cepat PBM harus didukung dengan kecukupan alat transportasi darat. Cuaca mendukung dan lalu lintas tidak macet. Juga kesiapan gudang penerima barang,” kata Dian.
Kepala Humas dan Kerja Sama STIAMAK Barunawati Surabaya, Drs Moh. Fail, MAg, menambahkan, kegiatan kuliah umum merupakan update perkembangan bisnis maritim dan sekaligus penguatan ilmu bisnis pelabuhan dan logistis.
“Semua mahasiswa STIAMAK mendapatkan kuliah lapangan di beberapa terminal. Hari ini merupakan update perkembangan bisnis maritim nasional, sekaligus penguatan ilmu bisnis pelabuhan,” ujar mantan wartawan Jawa Pos Group tersebut.
Dikatakan, kuliah S1 di STIAMAK dibuka jam kuliah pagi dan sore. Sebagian besar mahasiswa dan lulusan bekerja di ekspedisi, pelayaran, forwarding, tracking, terminal di Tanjung Perak, Gresik, dan Probolinggo. (fai)







