GRESIK (RadarJatim.id) — Gerakan untuk memenangkan kotak atau bumbung kosong di Pilkada Gresik kian masif. Kali ini kelompok relawan yang tergabung dalam Koalisi Bumbung Kosong (KBK) mendirikan posko pemenangan di Bukit Kapur Suci, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur.
KBK ini dipelopori oleh Gerakan Persatuan Pribumi (Genpabumi) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dari perwakilan beberapa kecamatan. Hal ini sebagai bentuk perlawanan terhadap pasangan calon (paslon) tunggal di Pilkada Gresik.
Sebelumnya, gerakan memilih bumbung kosong juga dideklarasikan oleh sekelompok pemuda di Cafe Pendawa 99 Bungah, Sabtu, 14 September 2024 lalu. Deklarasi itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap fenomena politik yang ditandai dengan hanya lahirnya pasangan calon (paslon) tunggal dalam Pilkada Gresik yang diagendakan berlangsung pada 27 November 2024 nanti. Fenomena paslon tunggal mereka nilai sebagai perusak demokrasi.
Salah satu penggagas KBK, M. Jauhan Farhat yang akrab disapa Gus Farhat mengatakan, ajakan untuk memilih bumbung kosong secara konstitusi dibenarkan. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang tidak memiliki pilihan di Pilkada Gresik untuk tidak golput, melainkan memilih bumbung kosong.
“Gerakan ini merupakan bagian dari respons teman-teman yang berpihak pada suara bumbung kosong agar memiliki wadah tersendiri. Ini adalah wadah aspirasi yang dilindungi undang-undang,” ujar Gus Farhat, Minggu (22/9/2024).
Dikatakan, deklarasi kedua di Kecamatan Manyar ini sekaligus menandai didirikannya posko pemenangan bumbung kosong di Kedai Bukit Kapur Suci. Nantinya, gerakan ini akan dilakukan secara masif ke sejumlah kecamatan yang lain di wilayah Kabupaten Gresik.
“Langkah kami selanjutnya, melakukan deklarasi rutin setiap minggu atau dua kali seminggu di beberapa kecamatan. Termasuk mendirikan posko di Markas Genpabumi di Bukit Suci Manyar ini,” ungkapnya.
Gus Farhat juga berharap, dengan adanya gerakan KBK ini muncul para relawan dari tingkat kecamatan hingga desa untuk turut mengawasi bahkan bersedia menjadi saksi di TPS saat coblosan 27 November 2024 nanti.
“Kalau lawan kita (paslon tunggal) ini sistematis, maka kita harus melawan secara sistematis pula. Makanya, dengan deklarasi di beberapa kecamatan akan terlahir relawan yang ikut mengawasi atau menjadi saksi bumbung kosong,” katanya.
Terkait dukungan pendanaan gerakan bumbung kosong, Gus Farhat menyebut gerakan ini murni dari iuran para sukarelawan, termasuk iuran seikhlasnya yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.
“Seperti pada deklarasi bumbung kosong sebelumnya, saat ini kami juga mengumpulkan uang seikhlasnya melalui kardus keliling. Uang yang terkumpul akan dipakai untuk kegiatan deklarasi di tempat berikutnya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Genpabumi, Ali Candi, mengatakan, gerakan untuk memenangkan bumbung kosong ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap sistem demokrasi pemilukada. Ia menyebut, paslon tunggal tidak sepenuhnya mewakili suara rakyat.
“Bumbung kosong ini legalitasnya jelas, juga dilindungi undang-undang. Kalau semua partai mendukung satu paslon, lalu siapa yang mengontrol dan mengawasi pemerintahan? Tidak ada, apalagi ketua tim sukses paslon tunggal adalah mantan Ketua KPU yang barusan saja berhenti. Ini jelas sistem demokrasi yang rusak, karena mereka semua haus kekuasaan,” tandasnya. (sto)







