MALANG (Radarjatim.id) — Habib Mahdi Kherid, Habib Muda asal Jawa Timur. Menanggapi polemik Habib Rizieq Shihab dan Dudung Abdurachman, yang ramai diperbincangkan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk menyikapi perbedaan pendapat dengan bijak dan penuh kehati-hatian, khususnya dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik,” tutur Habib Mahdi Kherid.
Menurut Habib Mahdi, sebagai sesama anak bangsa, seluruh tokoh diharapkan dapat mengedepankan persatuan serta menyampaikan pendapat berdasarkan data dan niat baik demi menjaga suasana tetap kondusif.
Sebelumnya, dalam sebuah video, Habib Rizieq menyinggung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait ucapan “kalau ingin kabur silakan ke Yaman”. Dalam video tersebut, Habib Rizieq menduga adanya pengaruh dari pihak tertentu terhadap ucapan tersebut.
Menanggapi hal itu, Habib Mahdi menilai bahwa pernyataan tersebut juga bisa saja muncul secara spontan tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“Negara akan maju jika dibangun dengan ilmu, data, dan semangat persaudaraan. Karena itu, mari kita sama-sama mengedepankan husnuzan dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jawa Timur itu menegaskan, bahwa Presiden memiliki kewenangan penuh dalam mengambil sikap dan keputusan sebagai kepala negara.
Ia berharap polemik yang berkembang tidak semakin melebar dan seluruh elemen bangsa tetap fokus mendukung kemajuan Indonesia.
“Pemerintah saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas di tengah situasi global yang tidak mudah. Karena itu, mari saling menguatkan dan menjaga suasana tetap sejuk,” pungkasnya. (RJ9)



