SURABAYA (RadarJatim.id) – Aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi pilar utama yang kini diseriusi oleh Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Jatim. Tentu, hal itu tanpa menafikan berbagai masalah lain, khususnya yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Hal itu mengemuka pada Pelantikan dan Rakerwil KAHMI Jatim periode 2021-2026 yang berlangsung di hotel Shangri-La Surabaya, Jumat (10/9/2021). Hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, yang menyampaikan orasi kebangsaan, didampingi beberapa deputinya, juga Ketua Majelis Nasional (MN) KAHMI, Viva Yoga Mauladi. Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indah Parawansa hadir dan memberikan sambutan secara virtual.
Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim Edi Purwanto yang akrab disapa Cak Edi Ortega, mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat bidang kesehatan. Ini pas dengan momentum masih berlangsungnya pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, dampak pandemi ini terbukti merontokkan berbagai sendi kehidupan masyarakat.
Selanjutnya, bidang pendidikan sebagai basis HMI dan KAHMI juga menjadi perhatian serius. Apalagi, lanjut Cak Edi Ortega, tantangan pendidikan yang berubah begitu cepat sebagai konsekuensi tuntutan di masa pandemi dan perkembangan teknologi. Pembelajaran virtual telah melahirkan efek khusus bagi anak-anak yang tidak atau kurang memiliki akses teknologi.
Tak kalah pentingnya yang perlu mendapat perhatian serius adalah bidang ekonomi, termasuk di dalamnya tren ekonomi syariah dan ekosistem halal, sebagai amanat UU 33 tahun 2014. Itu semua bisa dilaui jika terjalin sinergi dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dengan pemerintah daerah, termasuk KAHMI untuk menggerakkannya.
“Karena itu, kerja produktif dan positif adalah tuntutan logis yang tidak bisa ditawar lagi,” tandas Cak Edi Ortega.
Sementara Ketua Majelis Nasional (MN) KAHMI, Viva Yoga Mauladi, mengatakan, sebagai upaya meningkatkan kualitas kader HMI, pihaknya telah terbentuk Dewan Nara Sumber. Tugasnya, mengawal proses pengaderan agar tetap berjalan pada jalur dan cita-cita mulia HMI.
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, dalam orasi kebangsaannya, menantang bagaimana membawa Indonesia ke masa depan. Dikatakan, hampir semua negara tidak pernah menyangka hadirnya pandemi Covid 19, yang dampaknya sangat luar biasa di berbagai sektor kehidupan. Di antaranya, sektor kesehatan, ekonomi, perdagangan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya.
Di saat bersamaan, katanya, perang dagang Amerika-Cina periode 2018-2019, juga krisis di Amerika Latin, seperti Venezuela, Bolivia. Artinya, ke depan harus banyak lahir interpreneur. Dunia usaha merupakan motor penggerak yang sekaligus mampu menjawab tantangan lapangan kerja.
Sebaga outokritik, lanjut Bahlil, kader HMI yang umumnya lebih memilih dunia politik dan pendidikan, sesungguhnya bukanlah kelas penentu utama. Realitasnya, menjelang perhelatan politik lima tahunan, para politisi larinya juga ke pengusaha. Karena itu, keunggulan kompetitif sangat diperlukan agar mampu menangkap peluang sekaligus memenuhi kebutuhan 15 juta lapangan kerja yang belum terjawab.
Terkait investasi, pesan dia, kader HMI jangan terpancing informasi hoax yang menyatakan investasi banyak dari luar. Padahal, juga banyak investasi dari dalam negeri, termasuk juga penguatan UMKM. (zid)







