GRESIK (RadarJatim.id) – Mengakhiri masa pengabdian kepada masyarakat, Jumat (3/9/2021), belasan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Suci, Kec. Manyar, Gresik memberikan kado khusus berupa karya mereka, yakni dispenser hand sanitizer.
Para mahasiswa yang ber-KKN sejak 26 Juli 2021 itu merupakan gabungan dari berbagai jurusan, yakni Akuntansi, Manajemen, PGSD, Pendidikan, dan Matematika. Selain itu, juga dari jurusan Psikologi, Teknik Informatika, serta Teknik Industri.
Mereka tergabung dalam kelompok 18. KKN dimulai 26 Juli 2021 dan berakhir Jumat (3/9/2021). Kondisi Pandemi membuat tugas pengabdian kepada masyarakat itu dilakukan secara dalam jaringan (daring/online).
Selama KKN itu, para mahasiswa berhasil mewujudkan karya inovatifnya, berupa dispenser hand sanitizer dari bahan PVC. Secara ekonomis, biaya untuk membuat karya ini relatif murah, tapi bermanfaat untuk mencegah persebaran Covid-19 dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Koordinator KKN Tematik Kelompok 18 UMG, Maulidah Nabilah mengaku, kondisi pandemi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak memungkinkan untuk sosialisasi secara langsung (offline) atau bertahap muka dengan masyarakat.
“Maka, solusinya, sosialisasi kami lakukan melalui grup WhatsApp (WA) dan channel YouTube,” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi UMG ini.
Dikatakan, pada tahap awal mahasiswa menetapkan peserta sasaran sosialisasi di salah satu kampung yang menjadi lokasi KKN. Setelah melakukan pendataan identitas dan nomor smartphone, lalu dimasukkan grup WhatsApp.
“Sosialisasi kemudian dilakukan dalam grup WhatsApp itu,” kata Nabilah.
Sementara tutorial pembuatan dispenser hand sanitizer, lanjut Nabila, bisa diakses melalui saluran YouTube. Tentang dipilihnya program kerja (Proker) dengan menciptakan dispenser hand sanitizer, ia menjelaskan, pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan dalam hidup manusia masa kini. Manusia saat ini harus lebih memperhatikan masalah kesehatannya dan juga kebersihan lingkungan sekitarnya.
“Oleh sebab itu, untuk memudahkan kedua hal tersebut, kelompok 18 KKN UMG memberikan terobosan terbaru untuk membuat alat hand sanitizer yang lebih mudah dibuat dan lebih low budget tentunya,” ujarnya.
Nabilah bersyukur, Proker pembuatan dispenser hand sanitizer itu mendapatkan apresiasi dari warga Desa Suci, tempat mereka menjalani program pengabdian kepada masyarakat.
“Warga sangat senang dengan adanya cetusan dari kelompok 18 KKN UMG ini atas program kerja hand sanitizer-nya, maupun program-program kerja lainnya. Sebab, program ini memberikan banyak wawasan baru dan hal-hal yang bermanfaat,”katanya. (rj2)







