SIDOARJO (RadarJatim.id) — Menterian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) telah meresmikan 29 program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Proses peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Dr. Abdul Mu’ti, yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo pada (14/4/2026) siang.
Didampingi langsung Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih dan Kadikbud Tirto Adi beserta para kepala bidang dan jajaran terkait lainnya.
Atas permintaan Wabup Mimik Idayana, Mendikdasmen Abdul Mu’ti langsung menyetujui penambahan kouta. Untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri, total terdapat 45 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan dengan nilai mencapai sekitar Rp 45 miliar, mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya perawatan terhadap fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami berharap gedung yang sudah dibangun ini dirawat dengan baik dan digunakan secara maksimal untuk mencetak peserta didik yang berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu prioritas nasional. Secara nasional, Kemendikdasmen telah merevitalisasi sebanyak 16.167 satuan pendidikan.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pendidikan. Secara nasional, lebih dari 68 ribu perangkat pendukung internet telah didistribusikan, sementara di Sidoarjo mencapai 1.577 satuan pendidikan.
“Kami berharap seluruh sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik guna mendukung kualitas pembelajaran di Sidoarjo,” harapnya.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan tambahan revitalisasi untuk puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Tak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus pemerintah. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen memberikan beasiswa kepada 12.500 guru untuk melanjutkan pendidikan S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut ditargetkan dapat meluluskan angkatan pertama pada pertengahan 2026, sekaligus membuka peluang bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh sertifikasi.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.
“Program revitalisasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Wabup Mimik Idayana menjelaskan, pada tahun 2025, Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan revitalisasi untuk 29 satuan pendidikan yang terdiri dari 2 taman kanak-kanak (TK), 24 sekolah dasar (SD), dan 3 sekolah menengah pertama (SMP), dengan total anggaran mencapai Rp 20,3 miliar.
Wabup Mimik berharap, dukungan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut pada tahun 2026 agar semakin banyak sekolah yang mendapatkan manfaat program serupa.
“Kami berharap Pak Mendikdasmen menambah kuota revitalisasi satuan pendidikan di Sidoarjo lebih banyak lagi,” pinta Wabup Mimik Idayana.
Selain dari APBN, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Di antaranya pembangunan SMP Negeri 2 Tulangan dan SMP Negeri 2 Prambon dengan total anggaran sekitar Rp7,1 miliar, serta berbagai program rehabilitasi sekolah lainnya.

“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kadikbud Sidoarjo Dr Tirto Adi mengaku senang bahwa Sidoarjo mendapat perhatian khusus dari Kemendikdasmen dalam program revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi.
“Ini akan meningkatkan kualitas pendidikan di Sidoarjo menuju era Indonesia emas,” katanya.(mad)







