• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

Minal A’idin wal Faizin

by Radar Jatim
9 April 2024
in Artikel dan Opini
0
Minal A’idin wal Faizin

Tajun Nasher

305
VIEWS

Oleh Tajun Nasher, Lc

Beberapa waktu lalu penulis membaca di salah satu grup WA sebuah artikel yang mengkritisi kebiasaan ucapan selamat (tahniah) yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menyalahkan, serta mempermasalahkannya. Tidak hanya itu, bahkan tradisi saling memaafkan pun dipermasalahkan, karena dianggap mengkhususkan suatu perbuatan tanpa landasan dalil.

Salah satu yang dikritisi adalah mengucapkan Minal A’idin wal Faizin yang dipermasalahkan atau mungkin lebih tepatnya mempertanyakan artinya, juga menyalahkan orang yang menganggapnya sebagai arti dari mohon maaf lahir dan batin.

Tahniah atau ucapan selamat di hari raya ini sebenarnya kalau dikategorikan berdasarkan jenis amalnya termasuk adat dan tradisi yang bukan kategori ibadah ritual, sehingga teknis pelaksanaannya pun tidak saklek dan harus ada dalil yang jelas sebagai landasannya.

Kalau ditelusuri pendapat para ulama dalam masalah ini, maka akan didapat, bahwasannya secara umum mereka berpendapat, tahniah hari raya ini secara umum termasuk perkara yang masyru’ (disyariatkan). Hanya saja, mereka berbeda pendapat mengenai status hukumnya, apakah merupakan hal yang di-sunnah-kan ataukah merupakan perkara mubah, yang boleh-boleh saja untuk dilakukan.

Bahkan, ada juga yang berpendapat jika tradisi tahniah ini sudah menjadi budaya yang mengakar dan akan timbul fitnah ketika tidak dilakukan seperti menjadi indikator memutus silaturrahim, maka hal ini wajib dilakukan.

Kelompok yang men-sunnah-kan misalnya beberapa ulama dari madzhab Syafii, semisal Imam Ibnu Hajar dan Imam Al-Baihaqi, bahkan Imam Al-Baihaqi menulis tema tersendiri dalam kitab As-Sunan Al-Kubra terkait masalah ini. Sementara yang menganggap ini perkara mubah, seperti Imam Malik yang ketika ditanya beliau menjawab ini tidak termasuk kategori sunnah atau bid’ah, tetapi perkara yang mubah. (Lihat: Al-Fawaikh Ad-Dani 1/322, Nihayatul Muhtaj 2/391, Al-Mughni 2/250).

Dari yang sebatas penulis telusuri, penulis belum menemukan ulama yang memerintahkan harus dengan redaksi tertentu saja seperti redaksi:
تقبل الله منا ومنكم
Yang biasa diucapkan oleh para sahabat ketika saling bertemu di Hari Raya. Meskipun tentu saja ketika mempraktikkannya, tentu afdhal, karena ucapan tersebut maknanya sangat baik. Dengan demikian, ucapan tahniah bentuk apa pun selama memiliki makna yang baik, maka silakan saja diucapkan.

Bagaimana Minal A’idin wal Faizin?

Memang banyak orang yang menyangka maknanya adalah mohon maaf lahir batin, dan ini memang jelas kurang tepat. Sebab, makna a’idin adalah orang-orang yang kembali dan faizin adalah orang-orang yang menang. Kembali ke mana dan menang dari apa?

Ada tulisan menarik terkait makna ungkapan ini yang ditulis oleh Dr Muhammad bin Mahmud Fakkhal, salah satu pakar dan dosen Bahasa Arab di Universitas Malik Suud Arab Saudi. (tulisan lengkapnya bisa dicek di sini : https://www.al-jazirah.com/2007/20071012/rj1.htm)

Ia menjelaskan maksud dari ungkapan tersebut adalah doa yang cukup indah maknanya. Maksud dari من العائدين adalah semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan Ramadan tahun depan.

Sedangkan kata والفائزين maksudnya adalah semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan berupa ridha Allah ta’ala, di dalamnya sebagai balasan dari amalan shalih selama bulan Ramadan, seperti puasa, qiyamul lail, membaca Al Quran, sedekah, dan amalan kebaikan lainnya.

Kalau direnungkan makna yang disebutkan tadi, maka sebenarnya secara esensi ucapan tahniah ini tidak jauh berbeda dengan ungkapan:
تقبل الله منا ومنكم
Seperti yang diungkapkan oleh para sahabat.

Adapun tradisi saling bermaafan di bulan Ramadan juga merupakan tradisi yang baik dan selama tidak ada unsur yang diharamkan. Maka, penting bagi kita untuk membedakan 2 sekup amalan mukallaf ini (antara ibadah dan muamalat), sehingga tidak rancu ketika mengambil kesimpulan hukum.

Selamat Hari Raya Idul Ftri 1445 H
Taqabbalallahu minna wa minkum. Jaalanallahu wa iyaakum minal A’idin ila ramadhan aam muqbil wal faizin bi ridhallah. Mohon maaf lahir dan batin. {*}

*) Tajun Nasher, Lc, Sekreraris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Jawa Timur.

CATATAN: Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tags: artikelMinal A'idinTajun Nasherwal Faizin

Related Posts

Kalender Hijriyah Global, Ikhtiar Menyatukan Dunia Islam

Kalender Hijriyah Global, Ikhtiar Menyatukan Dunia Islam

by Radar Jatim
16 Februari 2026
0

Oleh Budi Purwanto Kalender Hijriyah...

Pesantren dan Keadilan Restoratif: Menemukan Kembali Khazanah yang Terlupakan

Pesantren dan Keadilan Restoratif: Menemukan Kembali Khazanah yang Terlupakan

by Radar Jatim
19 Januari 2026
0

Oleh Junaedi * Kehidupan pesantren...

AI di Ruang Kelas, Antara Peluang Emas dan Ancaman Terselubung

AI di Ruang Kelas, Antara Peluang Emas dan Ancaman Terselubung

by Radar Jatim
18 Januari 2026
0

Oleh Junaedi * Seorang dosen...

Load More
Next Post
Hasil Survei MSI, Hanya 4 Tokoh Ini Yang Dikehendaki Masyarakat Untuk Pimpin Sidoarjo 5 Tahun Kedepan

Membaca Gerak Langkah Partai Gerindra di Pilkada Sidoarjo 2024

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In