GRESIK (RadarJatim.id) — Bertajuk Almadany Animal Fun Adventure, SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, menggelar acara di sejumlah kandang satwa sekolah, Rabu (22/4/2026). Acara yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 ini dikemas dalam edukasi dan praktik langsung terhadap satwa-satwa yang dipelihara di kandang sekolah.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd, menyampaikan kaitan antara Hari Bumi dan satwa. Dikatakan, Hari Bumi dan satwa memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan.
“Intinya, satwa adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem bumi, dan kelestarian satwa sangat bergantung pada kesehatan planet kita,” ujarnya.
Pemateri yang dihadirkan kali ini adalah drh Ratu Fizar Prasasti. Ia menguraikan bagaimana pentingnya satwa menjaga bumi ini. Satwa, lanjutnya, merupakan indikator kesehatan bumi. Karena itu, kehadiran dan kelangsungan hidup satwa liar menjadi salah satu barometer atau ukuran apakah bumi kita sehat atau tidak.
Owner Klinik Hewan MOA Animal Care Gresik ini mengungkapkan, jika populasi satwa menurun drastis atau punah, itu tandanya ada kerusakan serius pada lingkungan, seperti polusi, perubahan iklim, atau kehancuran habitat.
Dijelaskan, satwa turut menjaga keseimbangan alam. Satwa juga memiliki peran vital dalam menjaga agar bumi tetap berfungsi dengan baik: penyerbukan, pengendali hawa, penyubur sawah. Ia pun menyampaikan kesan positif terhadap SD Almadany yang peduli pada berbagai satwa.
“Belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Di sini, alam sekitar adalah kelas tanpa batasan dinding yang bisa menjadi tempat untuk mempelajari banyak hal,” tambahnya.
Selain ruang kelas yang nyaman, menurutnya di SD Almadany juga menyediakan sarana yang memungkinkan siswa dapat belajar dan berinteraksi secara langsung dengan alam, yakni hewan dan tumbuhan.
Siswa kemudian diajak ke Animal’s House yang didesain dengan nyaman dan aman menjadi tempat favorit siswa untuk berinteraksi dengan hewan-hewan yang lucu dan menggemaskan. Salah satunya kelinci. Ratu Firza menemukan 2 kelinci dan 1 marmut yang tengah sakit. Ia lalu meminta salah satu siswa, Excel Mahendra, untuk memegang hewan itu lalu memeriksanya, tak lupa diberikan injeksi vaksin agar kembali sehat. (sha)
Kontributor: Mahfudz Efendi







