SURABAYA (RadarJatim.id) — Pertamina Lubricants Sales Region V menggelar roadshow “Enduro Goes to School – Upskilling & Entrepreneurship” yang berlangsung secara bertahap di empat sekolah di Jawa Timu yang menjadi binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Enduro Home Service”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari 14 hingga 17 April 2026, dengan satu sekolah per hari sesuai jadwal yang telah disepakati.
Kegiatan roadshow ini diselenggarakan dengan tema “Upskilling & Sharing Best Practice”, bertujuan memberikan refreshment pengetahuan terkait produk Pertamina Lubricants kepada siswa, sekaligus memperkenalkan ilmu pemasaran dari tim retail Pertamina. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai oli, mulai dari bagaimana oli terbentuk, proses produksinya, hingga mengapa oli sangat penting dalam menjaga performa dan umur mesin kendaraan.
Selain pengetahuan teknis, siswa juga mendapatkan tips, saran praktis, serta motivasi langsung dari tim retail yang berpengalaman di lapangan. Materi ini mencakup ilmu pemasaran, kewirausahaan, serta pengalaman nyata dalam dunia bisnis, sehingga siswa tidak hanya memahami produk, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan pola pikir wirausaha di masa depan.
Di setiap sekolah, acara dimulai dengan pemaparan Company Profile Pertamina Lubricants. Selanjutnya, sambutan resmi disampaikan oleh Linda Chandra Kusuma, selaku Taskforce CSR Sales Region V. Sambutan dari pihak sekolah juga turut menghangatkan suasana.
Di SMK Manbail Futuh Tuban, Kepala Sekolah Mohammad Maghfur Arifin, SHum, MM, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Menurutnya, program Enduro Home Service telah menjadi salah satu ikon sekolah dan tempat bagi siswa untuk belajar serta mengasah keterampilan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tuban, Sucipto, SPd, menyebut, bahwa siswa-siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa terpilih dari ratusan peserta. Ia berharap, mereka dapat menyerap materi dengan maksimal dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.
Di SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yanuar Yoseph Raja, SPd, menyatakan, siswa sangat beruntung karena mendapatkan materi langsung dari tim Pertamina yang memiliki pengalaman luas di industri. Materi semacam ini, katanya, sulit diperoleh melalui pembelajaran biasa di sekolah.
Sedangkan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Wakil Kepala Humas Ahmad Muhtadi, SPd, mengingatkan siswa kelas 10, bahwa kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal masa depan.
“Manfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya. Sebab, kesempatan yang sama tak bisa terulang,” pesannya.

Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata sebagai simbol sinergi, serta komitmen kerja sama jangka panjang antara Pertamina Lubricants dengan sekolah-sekolah binaan.
Inti kegiatan kemudian dimulai dengan penyampaian materi teknis oleh Suprastowo, selaku Field Engineer Pertamina Lubricants. Materi yang disampaikan sangat mendalam, tidak sekadar memperkenalkan merek oli, melainkan menjelaskan secara detail proses pembuatan oli, standar kualitas oli dari tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, juga disampaikan seputar pentingnya oli bagi performa mesin, serta perbedaan spesifikasi oli yang dibutuhkan oleh berbagai jenis kendaraan dan mesin.
Sesi berikutnya berfokus pada pengembangan soft skill dan kewirausahaan. Materi ini disampaikan oleh Muhammad Luqman Hakim, SAM Area Malang, Jember, dan Probolinggo, serta Novrizal, SAS Area Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Berbeda dengan sesi teknis sebelumnya, sesi ini lebih mengarah pada aplikasi praktis di lapangan.
Pada sesi ini, para siswa diajarkan cara memulai usaha (entrepreneurship) sejak dini dengan memanfaatkan fasilitas dan pelajaran di sekolah, teknik memahami serta melayani pelanggan dengan baik, serta berbagai contoh nyata kisah sukses pemilik bengkel yang awalnya hanya bermodalkan ilmu dasar hingga kini berhasil mengembangkan usaha menjadi outlet besar dan sukses.
Suasana kegiatan di setiap sekolah berlangsung sangat hidup dan interaktif. Baik siswa maupun guru aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi. Sesi kewirausahaan, khususnya, mendapat antusiasme tinggi. Para narasumber memberikan motivasi kuat agar siswa tidak hanya menunggu kesempatan kerja, tetapi berani memulai usaha sendiri sejak masih duduk di bangku sekolah.
Dengan format yang disesuaikan di setiap lokasi, “Enduro Goes to School” berhasil menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dan berkesan bagi seluruh peserta. (rj2)







