GRESIK (radarjatim.id) – Menuju desa mandiri, terutama dalam perekonomian, perlu adanya produk unggulan. Tidak hanya itu, setelah mampu memproduksi, berikutnya adalah mampu menembus pasar. Untuk maksud itu, perlu dukungan stake holder dan pemerintah daerah.
Demikian disampaikan Wongso Negoro, anggota DPRD Gresik saat membuka Pelatihan Membatik Lanjutan di pura Kerta Bumi, Dusun Bongso Wetan, Kecamatan Menganti, Gresik, Minggu (4/10/2020).
”Hampir setiap orang bisa membuat sesuatu. Namun inovasi dalam membuat sesuatu yang bisa dilakukan secara berkesinambungan dan juga melibatkan masyarakat, tentu akan mempunyai nilai lebih,“ ujar Wongso memberikan semangat.
Dikatakan, produk sebaik apa pun, harus bisa bersaing di pasaran. Lebih dari itu, yang utama adalah produsen harus untung dan bisa berkesinambungan, termasuk harganya bisa terjangkau oleh masyarakat.
Pelatihan ini menghadirkan mentor Rr Henny Eka Ferdian yang akrab disapa Amik. Kali ini ia memberikan pelatihan kolaborasi batik tulis dengan media canting dan batik sibori yang lebih dikenal dengan lipat, ikat, dan celup.
”Kolaborasi membatik dengan canting (batik tulis) dan batik sibori yang dikenal dengan lipat, ikat, dan celup, hasil akhir dari penggabungan dua teknik batik ini hasilnya lebih trendi dan mengagumkan, serta lebih bernilai seni,” papar Amik.
Hadir dalam pelatihan membatik lanjutan kali ini, di antaranya ketua Parisada Hindu Dharma Provinsi Jatim, ketua Parisada Hindu Dharma Kabupaten Gresik, Ketua Formagam Kabupaten Gresik, juga beberapa dosen Untag Surabaya.
Ketua Formagam Kabupaten Gresik, Joko Pratomo, menyambut gembira kegiatan membatik di lingkup pura itu. Dari beberapa pura di Gresik, katanya, Pura Kerta Bumi selalu mendukung Formagam. Bahkan pura ini menjadi jujugan beberapa sekolah yang mengadakan studi terkait toleransi keberagaman,” kata Joko Pratomo. (rj2/Redi)







