SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ratusan siswa dari SMP PGRI 9 Sidoarjo dan siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sangat antusias, dan mengaku sangat senang saat mengikuti pengenalan atau pembelajaran anti korupsi yang diselenggarakan olah Inspektorat Kabupaten Sidoarjo, pada (19/5/2026) di Aula SMP PGRI 9 Sidoarjo.
Kegiatan yang sudah berjalah cukup lama, dikemas dalam Goes to School – Road Show Pendidikan Anti Korupsi ini, dibuka terlebih dahulu oleh Kepala SMP PGRI 9 Sidoarjo, Supi’in, M.Pd bersama Inspektur Pembantu IV Hariyanto, SH serta pihak Inspektorat Kabupaten Sidoarjo telah menghadirkan sekitar 200 siswa dari dua sekolah tersebut.
Menurut Tegar Anugerah, mengaku ini pengalaman yang pertama kali mendapatkan ilmu baru, sangat bagus dan cocok buat anak-anak seperti kita setingkat SMP. Akhirnya aku mengerti tentang bahayanya kalau korupsi, karena sangat merugikan negara dan masyarakat. Pembangunan terhambat, kesenjangan kemiskinan tidak terus terjadi.
“Dengan keterangan yang sangat jelas tadi bisa tertanam di pikiran kita. Sehingga membuat kita kalau jadi pejabat nantinya tidak akan melakukan korupsi, karena sangat merugikan masyarakat,” ungkap siswa Kelas 8D SMP PGRI 9 Sidoarjo.

Begitu juta Samara Lubhna dan Sabila siswa kelas 7C SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo ini juga mengaku mengaku senang mendapatkan ilmu baru tentang pendidikan anti korupsi dan sangat penting sekali. “Karena korupsi itu perbuatan yang sangat buruk sekali, dan banyak merugikan banyak orang, bahkan juga merugikan diri sendiri,” katanya.
“Makanya harus dimulai dari sekarang, kita ajak teman-teman jangan berbohong, jangan bolos sekolah bahkan jangan menyontek saat belajar, karena itu semua merupakan benih-benih korupsi,” ajaknya.
Sebelumnya, petugas Auditor Inspektorat Sidoarjo Waluyani Retno D, ST MT juga menjelaskan kalau pendidikan antikorupsi ini bertujuan untuk membekali masyarakat Indonesia, khusus siswa jenjang SMP agar bisa menjadi masyarakat yang memiliki pola pikir, pola hati dan pola tindak yang mencerminkan antikorupsi.
Oleh karena itu pendidikan antikorupsi ini harus kita tanamkan mulai dari sekarang, kita tanamkan sejak dini. “Adapun nilai-nilai antikorupsi itu meliputi, jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil,” terangnya.
Ia terangkan kalau pendidikan karakter dan nilai anti-korupsi terus digalakkan di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai krusial demi mencegah dampak buruk korupsi yang dapat menyebabkan ketidakadilan, merusak kepercayaan, serta mengancam masa depan bangsa.
Dalam sebuah pemaparan yang disampaikan kepada para siswa, ditekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam menjaga integritas. Sebagai pelajar, tindakan nyata tidak harus dimulai dari hal-hal besar, melainkan dari sikap sehari-hari di lingkungan sekolah. “Sebagai siswa, apa tindakan nyata kita ? Jujur dalam belajar, disiplin dan tanggung jawab, berani berkata benar, dan menjaga kepercayaan,” ujarnya dihadapan para siswa.
Selain empat pilar tersebut, para siswa juga diimbau untuk konsisten menerapkan nilai-nilai ini tanpa menunda-nunda. Karakter yang kuat harus dibentuk sedini mungkin agar melekat hingga dewasa.
“Dari hal kecil, mulailah dari sekarang. Tanamkan integritas sejak dini, pendidikan anti-korupsi sejak dini, untuk masa depan Indonesia Emas,” tambahnya di akhir sesi yang disambut antusias oleh para siswa.
“Melalui penanaman nilai integritas dan pendidikan anti-korupsi sejak dini, diharapkan para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi berkarakter yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan bersih dari korupsi,” harap Inspektorat Sidoarjo yang disampaikan oleh Waluyani Retno D.

“Alhamdulillah kami jadi tuan rumah Inspektorat dalam kegiatan Goes to School-Pendidikan Antikorupsi. Sebuah kegiatan untuk mengenalkan siswa sejak dini, dalam kurikulum anti korupsi di sekolah,” ungkap Kepala SMP PGRI 9 Sidoarjo, Supi’in, M.Pd.
“Anak-anak sangat antusiasi sekali. Materinya juga disampaikan tentang 9 karakter anti korupsi. Mulai dari jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil dan kerja keras. Semoga menjadi tambahan pengetahuan tentang korupsi dan pencegahannya,” tegas Abah Supi’in_sapaan akrabnya.(mad)







