• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 14 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

Refleksi Hari Sejarah; Belajar dari Masa Lalu untuk Menata Masa Depan

by Radar Jatim
14 Desember 2020
in Artikel dan Opini
0
Refleksi Hari Sejarah; Belajar dari Masa Lalu untuk Menata Masa Depan

Wiwit Dwi Wahyu

395
VIEWS

Oleh WIWIT DWI WAHYU

Peringatan Hari Sejarah yang jatuh pada Senin, 14 Desember 2020 hari ini, bisa jadi cukup spesial. Dikatakan spesial karena Hari Sejarah tahun ini berada dalam kepungan pandemi virus corona (Covid-19) yang belum bisa dipastikan kapan bakal berakhir.

Prof Dr Aloysius Sartono Kartodirdjo mengungkapkan, “Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang menjadi dasar masa kini, serta menjadi landasan berpijak untuk membangun masa depan.”

Berdasarkan ungkapan tersebut, di  Hari Sejarah ini, mari kita melihat rangkaian kejadian yang telah dilalui bangsa indonesia, bahwasannya peristiwa sejarah itu berulang. Pepatah Perancis mengatakan, L’Histoire se Répète, sejarah mengulang dirinya sendiri.

Sedangkan menurut beberapa filusuf Barat, sejarah sesungguhnya tidaklah terulang, tetapi berirama. Ada banyak ungkapan tentang dasar berpikir sejarah. Namun, yang perlu digarisbawahi, setiap peristiwa yang terjadi di masa lalu akan memberikan pelajaran bagi kehidupan di masa depan.

Permasalahan kesehatan akibat pandemi Covid-19 yang menimpa hampir semua negara di belahan dunia dan dampaknya terasa triwulan kedua 2020, telah merenggut jutaan nyawa manusia. Dampak ikutannya juga menjadi pukulan telak bagi sejumlah sektor kehidupan. Selain menggencet sendi-sendi perekonomian global, sosial, pendidikan, bahkan dunia politik juga menerima dampaknya. Dan ternyata masalah tersebut juga pernah terjadi di masa-masa  lalu.

Berdasarkan jurnal yang telah diterbitkan oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Departemen Pendidikan Sejarah, pada abad ke-19 merupakan masa yang sulit bagi pemerintahan Hindia Belanda. Pemerintah saat itu harus berhadapan dengan berbagai macam penyakit yang menimpa masyarakat di daerah jajahan. Penyakit tersebut di antaranya, kolera, pes, hingga kusta, yang menyerang hampir 75% penduduk di Jawa.

Peristiwa yang terjadi di masa kolonial tersebut sungguh memprihatinkan, karena makin lama  penyakit tersebut sulit dikendalikan. Hal itu karena perilaku hidup masyrakat yang tidak patuh pada imbauan pemerintah, sehingga di Malang, Jatim, diperlakukan karantina wilayah.

Pada awal 2020 peristiwa kesehatan terulang kembali dengan merebahnya Covid-19. Virus mematikan ini menyebar hampir ke seluruh dunia, sehingga mendapat perhatian luar biasa dari semua pemimpin dunia. Hingga kini “teror” virus corona belum berakhir dan belum ditemukan obat yang benar-benar mampu menghentikan keganasannya.

Sejarah telah memberikan informasi tentang berbagai peristiwa masa lalu agar kita mempelajari dan mengambil pelajaran darinya. Namun, banyak di antara manusia yang abai dan cenderung bersikap ceroboh, sehingga serangkaian peristiwa memilukan itu terulang dan dampaknya sangat merugikan.

Membangun Masa Depan

Peristiwa yang terjadi di masa lalu dapat dijadikan pedoman bagi generasi muda sekarang dan yang akan datang. Hal itu karena sejarah sebagai penghubung antargenerasi untuk membangun peradaban manusia yang lebih baik.

Marcus Tullius Cicero, seorang filusuf Romawi kuno mengungkapkan, sejarah adalah guru kehidupan (historia magistra vitae est). Karena itu, sejarah selain sebagai ilmu pengetahuan, juga bisa menjadi guru kehidupan yang mengajarkan pada semua manusia untuk membedakan antara yang baik dan buruk, antagonis dan protagonis, nilai kepahlawanan, dan nilai luhur yang harus diperjuangkan dalam peradaban manusia.

Selain itu, sejarah juga memiliki nilai inspiratif yang berguna dalam membangun moralitas kehidupan manusia dan rasa kecintaanya terhadap bangsanya. Contohnya, ketika manusia mempelajari kejayaan negaranya, maka akan timbul rasa cinta pada negaranya (nasionalisme) ketika rasa tersebut sudah mengakar pada jiwa mereka.

Di momen Hari Sejarah ini, mari kita membuka kembali memori kolektif tentang pentingnya mempelajari masa lalu untuk menata masa depan. Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kehidupan masa lalu untuk menata masa depan yang lebih baik dan humanis. Maka, tak ada salahnya jika dalam momentum Hari Sejarah saat ini, kembali kita mengungkit ungkapan klasik yang digelorakan Bung Karno dan masih relevan hingga kini: Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. (*)

*) Penulis adalah Guru SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Jawa Timur.

Tags: belajarmasalalugresikharisejarahmenatamasadepanwiwitdwiwahyu

Related Posts

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

Lindungi Anak Migran, Bupati Gresik Berikan Dokumen Asal Usul dan Adminduk Anak Pekerja Migran

by Radar Jatim
13 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Bupati Gresik,...

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

Tahun Depan, STAI Diharapkan Jadi IAI Ihyaul Ulum Gresik

by Radar Jatim
21 Desember 2025
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- Koordinator Kopertais...

Menikmati Kuliner Jadul Kajen Giri, Seperti Menjelajah di Mesin Waktu

Menikmati Kuliner Jadul Kajen Giri, Seperti Menjelajah di Mesin Waktu

by Radar Jatim
14 Desember 2025
0

Kuliner jaman dulu (jadul) ibarat...

Load More
Next Post
Gus Amik Ketua Tim Sukses Mahcfud-Mujiaman Meninggal Dunia

Gus Amik Ketua Tim Sukses Mahcfud-Mujiaman Meninggal Dunia

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sehari Pasca-Kunjungan Jokowi, KEK JIIPE Manyar Didemo Ratusan Massa Sekber Gresik, Protes Rendahnya Serapan Tenaga Kerja Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In