GRESIK (RadarJatim.id) — Nasib mujur dialami Mardi, peternak Dusun Klagen, Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur. Seekor sapinya, jelis limousin cross yang telah dipelihara selama tiga tahun dipastikan dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha tahun ini.
Untuk memastikan kondisi terkini sapi dengan berat 1 ton 84 kilogram itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik yang juga Wakil Bupati Asluchul Alif, meninjau ke kandangnya di Dusun Klagen, Kamis (29/5/2029). Sapi tersebut akan disembelih dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1446 H di Masjid KH Robbach Ma’sum.
Selain membeli sapi dari peternak di Kepuhklagen, Presiden Prabowo juga membeli seekor sapi lagi asal Gresik. Rencananya, sapi kedua ini akan disembelih saat peringatan haul Habib Abu Bakar Assegaf yang diagendakan pada pertengahan Juni 2025. Dibelinya dua ekor sapi oleh Presiden Prabowo merupakan kebanggaan, tidak saja bagi peternaknya, tetapi juga bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam keterangannya menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan peternak Gresik dalam rangkaian ibadah kurban tingkat nasional, lewat dipilihnya sapi asal Gresik yang dibeli Presiden Prabowo untuk dikurbankan saat Idul Adha tahun ini.
“Alhamdulillah, tahun ini ada dua sapi asli Gresik yang dibeli langsung oleh Presiden Prabowo. Ini bukan hanya bentuk penghargaan terhadap kualitas ternak lokal, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi para peternak kita. Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden,” ujar Alif saat meninjau kondisi sapi yang dibeli Presiden Prabowo, tanpa menyebut berapa harga sapi tersebut.
Dikatakan, dipilihnya dua sapi asal Gresik oleh rresiden menjadi bukti nyata, bahwa sektor peternakan di Gresik mampu bersaing dan menjadi rujukan hingga tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas peternakan rakyat, baik dari sisi bibit, pakan, maupun manajemen pemeliharaan.
“Capaian ini semoga menjadi inspirasi bagi para peternak lain di Gresik untuk terus meningkatkan mutu ternak, menjaga kesehatan hewan, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya. (sto)







