GRESIK (RadarJatim.id) — Pondok Pesantren Refah Islami di Sidayu, Gresik, Jawa Timur kembali melahirkan hafidz (penghafal Al Quran) 30 juz. Dan, Senin (11/11/2024) malam menjadi hari yang sangat istimewa dab membahagiakan bagi 3 santri Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Refah Islami karena berhasil melaksanakan setoran khatam 30 juz.
Ketiga santri itu adalah Muhammad Sulthan Amin, Sultan Jibril Al khoiry, dan Kemas Nazaruddin Ilyas. Muhammad Sulthan Amin, asli arek Suroboyo yang kini duduk di kelas XI atau kelas II Madrasah Aliyah (MA) ini telah melaksanakan setoran khatam 30 juz Al Quran.
“Sebenarnya anak saya ini dulu tidak suka mondok. Bahkan, ketika awal datang ke sini, dia nangis tersedu-sedu. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, setelah melalui perjuangan, Alhamdulillah bisa sampai pada titik yang sangat membahagiakan seperti ini,” ungkap ayahanda Sulthon.
Karena itu, tak henti-hentinya ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh ustadz dan para muhaffidz di Pondok Pesantren Refah Islami.
Sementara Sultan Jibril Al Khoiry yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), saat setor khatam, disaksikan oleh ibunya, pakde, adik, dan keluarganya. Sedangkan Ilyas yang berasal dari Gresik, disaksikan langsung oleh ibu, bapak, dan adiknya.
Dalam taushiyah-nya, Mudir Pondok Pesantren Refah Islami, KH Farid Dhofir, Lc, MSi, memberikan game berhadiah dengan menyebutkan ayat yang terdapat nama Nabi Muhammad SAW dan ayat yang terdapat nama santri. Tiga santri mencoba menjawab, namun keberuntungan berpihak pada 2 santri dengan jawaban yang benar. Keduanya berhak mendapat hadiah berupa sajadah yang dibeli langsung dari Mekkah Al Mukarromah oleh Kiai Farid.
Selain game, Kiai Farid juga memberikan nasihat kepada para hafidz dan santri lainnya untuk selalu menjaga hafalan.
“Tahni’ah kepada ananda Sulthan, Jibril, Ilyas, dan keluarga besarnya, serta asatidzah Pondok Pesantren Refah Islami. Semoga mereka dijadikan sebagai keluarga Allah SWT, Aamiin,” ucap Kiai Farid, Selasa (12/11/2024).
Untuk diketahui, Muhammad Sulthan Amin menjadi hafidz ke-66. Sedangkan Sultan Jibril Al Khoiry dan Kemas Nazaruddin Ilyas, masing-masing merupakan hafidz yang ke-67 dan ke-68 di Pondok Pesantren Refah Islami. (sto)







