SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suara Gamelan tak lekang oleh waktu, melalui seni karawitan yang akrab dikenal oleh masyarakat luas sebagai warisan leluhur ini masih ada tangan-tangan generasi muda sadar akan keberadaanya seni tradisional kita sekarang ini.
Seperti yang ada di SMP Negeri 1 Candi, yang mana seni karawitan masih diminati oleh siswa-siswinya, walaupun tidak sebanyak ekstra-ekstra yang lain.
Diungkapkan salah satu siswanya, M. Haikal Maulana kelas 8I yang selalu hadir di setiap latian ekstra karawitan. Katanya mengikuti ekstra karawitan di sekolah ini membawa dampak terhadap psikologisnya ke arah yang baik. “Karena alunan suaranya lembut dan tenang, tidak ada yang meledak-ledak,” kata Haikal yang suka main alat Ricikan Kethuk.
Begitu juga Risma yang suka dengan Ricikan Kenong mengaku, meskipun jumlahnya satu buah, tapi tekniknya sulit dan membutuhkan konsentrasi tinggi. “Jadi, harus ditelateni sampai bisa,” katanya.
Sedangkan Aulia Rismawardany yang memegang Kenong ini tidak mau ganti-ganti alat. “Saya tidak mau pindah alat, meskipun Pak Murlan_(pelatihnya) memindah alat lainnya, saya tidak mau, karena saya suka dengan Kenong,” ungkapnya.
Usai melatih, Murlan mengatakan kalau bukan kita, terus siapa lagi yang akan melestarikan seni tradisional warisan leluhur kita. “Seni Karawitan yang tidak banyak diminati oleh anak-anak muda ini berada diambang keheningan, jika tidak ada yang menyentuhnya,” katanya.
“Bayangkan kalau kesenian ini hilang, maka suara kedamaian, ketenangan juga akan mereda pelan-pelan,” keluhnya.
Kepala SMP Negeri 1 Candi Heri Kristianto, S.Pd M.Pd juga mengatakan, warisan leluhur ini, khususnya gamelan, jangan sampai hilang, gamelan ini memiliki filosofi tinggi. “Ekstra Seni Karawitan di SMP Negeri 1 Candi masih tergolong aman, karena peserta masih antusias, meskipun tidak banyak, peserta ini aktif,” jelasnya.
“Banyak kegiatan yang sudah sering dilaksanakan yaitu Festival Gamelan Kahuripan, Acara Pelepasan Kelas IX, Pengisi Acara PGRI Cabang Candi, dan sebagainya,” ungkap Pak Heri_sapaan sehari-harinya.
“Sebagai melatih selalu memberikan motivasi dan komunikasi yang intens dengan Bapak/Ibu guru, termasuk juga dengan Waka Kesiswaan dalam mengembangkan potensi dan bakat anak-anak,” tambah Pak Murlan.(mad)






