GRESIK (RadarJatim.id) — SMA Muhammadiyah 1 (SMAMsatu) Gresik memberikan apreasi khusus kepada 3 siswanya yang berprestasi di bidang olah raga di ajang Porprov Jatim yang berlangsung di Jember pakan lalu. Apresiasi itu berupa beasiswa dan sejumlah kemudahan belajar kepada atlet yang telah mengharumkan nama sekolah dan kota Gresik ini.
Apresiasi itu di antaranya berupa beasiswa gratis daftar sekolah, juga dijamin memiliki nilai standar di bidang akademik. Pasalnya, sukses di bidang non-akademik, seperti olah raga, tidaklah mudah. Siswa tersebut berpotensi ketinggalan dalam proses pembelajaran, karena waktunya banyak tersita oleh padatnya jadwal latihan.
“Prestasi itu kebanggaan bagi sekolah dan warga Gresik. Karena itu, mereka pasntas mendapatkan apresiasi khusus,” ujar Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Ainul Muttaqin, Kamis (7/7/2022).
Dikatakan, apa yang dilakukan sekolah dengan memberikan apresiasi khusus, selain sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet beerpretasi, sekaligus spirit dan inspirasi bagi siswa lainnya. Diharapkan, pretasi yang mereka raih akan memotivasi siswa lainnya di bidang masing-masing.
Adalun tiga atlet yang merupakan siswa Smamsatu itu adalah Aurellya Levina Yusadi Lestari (16) atlet renang, Aisyah Nur Ramadhani (16) atlet Muay Thai, dan Antasyafi Robby Al Hilmi (15) atlet panjat tebing. Ketiganya sukses membawa medali di masing-masing cabang olah raga (cabor) yang diikuti di ajang Porprov.
Secara terpisah, Humas SMAMsatu Gresik Akhmad Akmal Rifqi mengatakan, sekolahnya sangat mendukung dan selalu memberikan apresiasi khusus terhadap setiap prestasi yang didapatkan siswanya. Pihaknya tidak membedakan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
“Kami tidak akan membedakan prestasi akademik maupun non-akademik. Malah, siswa yang atlet nilai sekolahnya akan kami samakan dengan siswa yang berprestasi di kelas itu,” katanya, Rabu (6/7/2022).
Karena itu, ia memastikan, tidak ada siswa atlet yang memiliki nilai buruk karena fokus latihan. Para siswa ini, lanjutnya, bahkan diberi beasiswa, seperti bebas uang pembangunan, SPP, juga dispensasi sesuai jadwal latihan mereka.
“Kebetulan dari tiga atlet itu, dua di antaranya ini mau masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Mungkin nanti yang kami gratiskan adalah biaya pendaftaran. Jadi kita permudah semuanya,” paparnya.
Sementara itu, ketiga pelajar kelas X itu meraih medali dalam ajang Porprov VII Jawa Timur 2022. Antasyafi prestasinya paling moncer. Dia mampu menyabet lima medali sekaligus di cabor panjat tebing. Satu emas, tiga perak dan satu peringgu.
“Seneng sih bisa mengangkat kabupaten Gresik serta membanggakan orang tua dan sekolah. Terlebih bisa dipermudah untuk masuk sekolah favorit,” katanya bangga. (sto)







