SIDOARJO (RadarJatim.id) — Sebanyak tujuh siswanya kelas 12 dari SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo tengah bersiap untuk menapak karir di luar negeri, melalui program kerja ke Jepang. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pihak sekolah dengan pemerintah guna memfasilitasi dan menyukseskan para siswa yang ingin bekerja di bidang profesional di Negeri Sakura tersebut.
Koordinator Tim Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Sepuluh Nopember, Mega Aruman Nur Fitriana, S.Pd., G.R., menjelaskan bahwa program ini berjalan atas kerja sama langsung antara Direktorat SMK melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah juga menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pusaka Mulia Insani.
“Untuk kuota dari pemerintah sendiri sebenarnya tidak dibatasi. Namun, kami tidak bisa memaksakan anak-anak. Kami memberikan kesempatan bagi siapa saja yang mau, berminat, dan punya niat kuat. Saat ini sudah terkumpul tujuh anak yang siap,” terangnya pada (12/6/2026) pagi di sekolahnya.
Menurutnya, untuk dapat diberangkatkan, para siswa harus melewati sejumlah tahapan yang cukup ketat. Mereka akan menjalani proses pembelajaran bahasa dan budaya Jepang selama 5 hingga 6 bulan di LPK. “Menariknya, para siswa akan mendapatkan materi pembelajaran langsung dari penutur asli (native speaker) orang Jepang,” jelas Bu Mega_sapaan akrabnya.
Setelah masa pembelajaran bahasa, para siswa akan diarahkan untuk mengikuti proses job order selama kurang lebih 3 bulan. Proses ini bertujuan untuk mencocokkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan lowongan kerja yang tersedia di Jepang.
Beberapa bidang kerja yang diminati oleh para siswa antara lain, Kaigo (Perawat/perawat lansia), Food Processing (Pengolahan makanan), Manufacturing (Manufaktur). Assembling (Perakitan), dan bidang lainnya.
“Kriteria dari Jepang sendiri sangat ketat. Jadi kalau anaknya memang masih belum siap atau belum bisa bahasanya, mohon maaf belum bisa diberangkatkan. Kami akan terus lakukan pelatihan ulang sampai mereka berhasil,” jelasnya.
Kalau melihat perkembangan anak-anak selama pendampingan beberapa bulan terakhir ini, mereka bukan lagi di tahap sekadar berminat, tapi sudah di tahap niat. “Mereka sudah siap kerja, dan orang tua pun sudah kami temui dan berikan sosialisasi, semuanya sangat mendukung,” pungkas Bu Mega.

Sementara itu Meisya Kusuma Hastuti siswi kelas12 MP (Manajemen Perkantoran) 4 mengaku sudah menjadi cita-cita sejak kecil ingin ke luar negeri.
Ia juga mengaku kalau etos kerja di Indonesia sangat berbeda dengan Jepang yang terkenal sangat disiplin dan keras. “Etos kerja di Indonesia kan tidak sekeras di Jepang, jadi saya memang butuh latihan. Melalui LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) di Indonesia ini, saya harus tekun mempersiapkan diri. Saya sangat tertarik ke Jepang karena sistem kerjanya yang baik, aman, dan peluangnya yang besar,” ungkapnya penuh optimisme.
“Saya sudah membekali diri dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih, awalnya sempat melirik Australia sebagai negara tujuan. Namun, melihat Jepang sebagai peluang yang tidak kalah besar,” kata Meisya yang memilih ke Jepang di didang Kaigo.
Semangat ke Jepang juga diungkapkan Syavira Septia Ramadhani siswa kelas 12 ATLM ini. Ia mengaku keinginan untuk pergi ke Jepang tidak muncul sejak kecil. Pada awalnya, ia bercita-cita untuk menjadi seorang desainer. Namun, karena tidak diterima di jurusan desain saat mendaftar SMK, akhirnya masuk ke jurusan Analis Laboratorium.
Ketertarikannya pada Jepang baru mulai tumbuh saat ia duduk di bangku SMP kelas 3 (kelas 9). Semua itu berawal dari kegemarannya menonton anime. Dari sana, mulai tertarik dengan bahasa serta budaya Jepang, hingga muncul impian untuk bisa tinggal di sana.
“Keputusanku sempat menghadapi kendala restu orang tua, karena saya anak tunggal, mereka khawatir saya harus tinggal di sana sendirian,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari LPK dan pihak sekolah, orang tua saya akhirnya merasa tenang, cocok, dan memberikan restu penuh. “Akhrinya saya pun sudah merasa mantap dan siap secara mental untuk mandiri di Jepang,” kata Syavira yang memilih bidang Pengolahan Makanan.(mad)






