SIDOARJO (RadarJatim.id) — Jaman digitalisasi ini, rasanya menjauhkan generasi muda, khususnya para pelajar untuk kurang mencintai seni budaya tradisional Jawa, Karawitan Jawa.
Kondisi tersebut dikarenakan digital lebih menarik daripada karawitan. Namun di SMP Negeri 3 Sidoarjo justru ekstra Karawitan ini sudah terbentuk lama, mulai dari tahun 2015 sampai sekarang tahun 2026 masih tetap eksis.
Bahkan pesertanya terus mengalami perkembangan yang cukup siknifikan. Baik siswa kelas 7, 8 dan 9 masih ada saja yang berminat untuk belajar menikmati alat musik gamelan, yang terdiri dari kendang, saron, demung, bonang, gambang, kenong, kempul, gong dan yang lainnya.
Menurut Waka Bidang Kesiswaan, Darul Setiawan menjelaskan kalau Estra Karawitan setiap tahun mempromosikan diri melalui kegiatan SPMB, menarik murid yang awam dengan seni karawitan untuk gabung di dalamnya.
Ia mengaku dalam menjaga ekstra ini harus benar-benar dari hati nurani kita. “Seni karawitan yang sudah tidak diminati oleh Gen Z ini. Kita sebagai pendidik harus bergerak dengan trik dalam menggerakkan murid untuk lebih mencintai seni karawitan,” katanya.

Plt. Kepala SMP Negeri 3 Sidoarjo, Heri Kristianto, M.Pd, juga menegaskan kita harus berjuang betul agar seni karawitan memiliki marwah di bumi Jawa ini, misalkan dengan menampilkannya disetiap acara di sekolah, acara di kabupaten, atau event event tertentu.
“Sehingga setiap tahun muridnya berkembang, maka disetiap SPMB harus mencari bibit-bibit baru untuk menjaga, dan terlibat untuk melestarikan seni budaya tradisonal Jawa,” jelasnya.
Shafa Marantika, murid kelas 8 mengaku senang mengkukti Ekstra Karawitan, karena dari duduknya saja dituntut beradab, memegang alatnya harus pakem. “Dan, suaranya tuh merdu dan sampai terbawa mimpi,” ungkap Shafa dengan tersenyum riang.
Begitu juga Devgan Narendra Radiansyah, kelas 8 yang suka menari, dari Karawitan saya sekarang sudah bisa nari, tetapi nari harus tahu ketukan iringan musik Gamelannya.”Kalau tidak tau ketukanya, bisa bubrah, maka dari itu saya ikut Ekstra Karawitan,” kelakarnya.(mad)






