KEDIRI (RadarJatim.id) — Aksi warga Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang viral di media sosial sejak Selasa (19/5/2026). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan dan tak kunjung tertangani secara maksimal.
Dalam video yang beredar, sejumlah pohon pisang ditanam di beberapa titik jalan rusak sebagai penanda bagi pengendara agar tidak terperosok ke lubang, terutama saat malam hari dan ketika hujan berlangsung. Warga menyebut kerusakan jalan di Asmoro Bangun, sudah lama dikeluhkan dan kerap menyebabkan sejumlah pengendara motor jatuh.
Tak lama setelah video viral, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri langsung menerjunkan tim untuk melakukan penambalan darurat menggunakan hotmix. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra, mengatakan, kerusakan jalan dipicu tingginya curah hujan dan buruknya drainase di sejumlah titik, sehingga lapisan aspal cepat tergerus.
“Sudah langsung kami lakukan penanganan dan penambalan di lapangan,” ujar Irwan, saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).
PUPR menargetkan, perbaikan darurat itu akan selesai dalam tiga hingga lima hari dengan anggaran pemeliharaan berkisar Rp 60 juta hingga Rp 100 juta.
Terimbas Naiknya Harga Aspal
Di tengah sorotan jalan rusak tersebut, PUPR Kabupaten Kediri mengakui sebagian besar proyek pengaspalan tahun ini masih ditahan. Hal itu akibat lonjakan harga aspal yang mencapai sekitar 17 persen karena terimbas gejolak harga minyak dunia.

Respon cepat Dinas PUPR meski terkesan tambal sulam. (M. Nasrul Islam)
Dari total anggaran jalan sekitar Rp 70 miliar, baru Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar yang direalisasikan sejak awal tahun. Sementara sisanya sengaja belum dieksekusi sambil menunggu harga material kembali stabil.
“Kalau dipaksakan tender sekarang, hasilnya tidak maksimal, karena panjang jalan yang bisa dikerjakan otomatis berkurang,” kata Irwan.
Menurut dia, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku aspal sehingga kenaikan harga minyak global langsung berdampak pada biaya proyek infrastruktur daerah. Kondisi tersebut membuat PUPR Kabupaten Kediri harus menerapkan skala prioritas dalam pengerjaan proyek jalan.
Sejumlah proyek reguler ditunda demi mendahulukan proyek yang dianggap super prioritas. Salah satunya, akses menuju Sekolah Rakyat yang dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2026 mendatang.
Sementara ruas jalan lain yang mengalami kerusakan berat, termasuk di Kecamatan Puncu, sementara hanya ditangani melalui tambal sulam agar mobilitas warga tetap berjalan. Meski penambalan sudah dilakukan, sejumlah warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara. Sebab, kerusakan jalan di kawasan lereng Gunung Kelud itu disebut hampir selalu terulang setiap musim hujan. (rul)







