SIDOARJO (RadarJatim.id) — TK Al Muslim Waru Sidoarjo secara resmi juga ditetapkan sebagai model sekolah Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dimulai pada Maret 2026 ini.
Penetapan ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas komitmen TK Al Muslim dalam menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kepala TK Al Muslim, Siti Aminiah juga mengaku sudah siap atas penetapan tersebut. Ia terangkan sebagai bagian dari kesiapan implementasi, TK Al Muslim telah lebih dahulu menerapkan pembelajaran Koding melalui dua pendekatan utama, yaitu plugged coding dan unplugged coding.
Proses pembelajarannya dikemas secara menyenangkan melalui permainan gerak, cerita, serta kegiatan eksplorasi menggunakan benda konkret dan loose parts yang sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia dini.

“Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, kreativitas, dan kolaborasi sejak dini,” terang Ustadzah Siti Aminah, pada (18/3/2026) sore.
Dalam mendukung kualitas pelaksanaan program, guru-guru TK Al Muslim juga mendapatkan pelatihan koding berbasis aplikasi Scratch Jr, sebagai bagian dari penguatan kurikulum pemrograman pada PAUD.
Pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, khususnya dari Program Studi Informatika UPN Veteran Jawa Timur pada 19 Juli 2025.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan satuan pendidikan anak usia dini dalam mendukung transformasi pembelajaran digital yang bermakna.
Selain itu, pendampingan dan penguatan implementasi pembelajaran juga dilakukan bersama pengawas TK Kecamatan Waru, Anik Kartini, S.Pd., M.Pd. sebagai bentuk sinergi berkelanjutan antara sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan di tingkat wilayah Kecamatan Waru.
Menurutnya, mengapa coding penting dikenalkan sejak dini? bahwa pemahaman dasar tentang kode bukan untuk menjadikan anak sebagai teknologi sejak dini, melainkan sebagai bagian dari literasi baru yang memperkuat fondasi berpikir kreatif dan kritis.
Selain itu pembelajaran coding sejak dini bukan bertujuan agar anak menjadi programmer melainkan untuk membangun pola pikir komputasional (computational thinking) seperti berpikir logis, memecahkan masalah, dan membuat urutan langkah algoritma.
Juga untuk mengembangkan kreativitas dan daya nalar melalui eksplorasi yang menyenangkan, hingga menumbuhkan ketekunan dan kemampuan kolaboratif.
“Penetapan sebagai model sekolah ini merupakan amanah untuk terus berinovasi dan berbagi praktik baik dengan satuan pendidikan lainnya,” tuturnya.

Pembelajaran mendalam dan koding di TK Al Muslim tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan awal teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas sekolah.
“Melalui peran sebagai model sekolah, TK Al Muslim berkomitmen mendukung arah kebijakan pendidikan nasional dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang cerdas, adaptif, berakhlak mulia, siap menghadapi tantangan era digital sejak usia dini, dan rahmatan lil alamin,” pungkasnya.(mad)







