SIDOARJO (RadarJatim.id) — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh SMA Negeri 2 Sidoarjo. Pada tahun ajaran 2026 ini, sekolah tersebut mencatat peningkatan signifikan jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur tanpa tes, dengan total mencapai 120 siswa.
Mereka diterima melalui Jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) sebanyak 99 Siswa. Golden Ticket 9 siswa (tersebar di ITS, UIN Malang dan UPN).
Jalur Poltekes sebanyak 13 Siswa, dan satu siswa diterima program beasiswa Da Yeh University of Taiwan. Menariknya, ada salah satu siswa yang lolos di ITS masih duduk di kelas 11 melalui jalur prestasi khusus.
Keluarga Besar SMA Negeri 2 Sidoarjo langsung menggelar istighosah, memanjatkan doa dan bersyukur atas keberhasilan tersebut, pada (2/4/2026) di halaman sekolah.

Kepala SMA Negeri 2 Sidoarjo Dr. Ristiwi Peni, M.Pd angka ini melampaui pencapaian tahun lalu yang berjumlah 86 siswa. Keberhasilan ini menempatkan SMA Negeri 2 Sidoarjo sebagai salah satu sekolah dengan “top skor” penerimaan PTN tertinggi di wilayah Sidoarjo, bahkan se Jawa Tumur.
Menurutnya, keberhasilan ini bukanlah hasil instan di kelas 12, melainkan buah dari sistem pendampingan berkelanjutan yang dimulai sejak siswa baru masuk sekolah.
“Kami sudah melakukan pemetaan potensi, minat, dan bakat siswa sejak kelas 10,” tutur Ristiwi Peni, pada (2/4/2026) pagi.
Beberapa program unggulan yang telah kami dijalankan mulai kelas X tentang penguatan literasi dan numerasi melalui program AKM. Kelas XI program intensif TOEFL yang bekerja sama dengan Unair untuk meningkatkan kecakapan bahasa Inggris. Kelas XII program intensif belajar dan pendampingan khusus persiapan studi lanjut.
Selain fokus pada akademik, SMA Negeri 2 Sidoarjo juga rutin melibatkan orang tua dalam proses counseling berdasarkan hasil psikotes siswa. “Hal ini dilakukan agar pilihan jurusan siswa selaras dengan potensi dan dukungan keluarga,” jelas Bu Peni_sapaan akrabnya.
Untuk memberikan gambaran riil mengenai dunia perkuliahan, SMA Negeri 2 Sidoarjo juga mendatangkan narasumber dari universitas ternama seperti Universitas Brawijaya (UB) dan ITS guna memberikan tips dan trik menembus ketatnya persaingan masuk prodi favorit.
“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan yang sangat bagus. Berharap masih terus bertambah di jalur SNBT. Semoga kita termasuk yang tertinggi,” doanya.

Sementara itu, Rahmadani Nisaul Fitri siswi kls XII-5 mengaku sangat senang dan bangga bisa diterima S1 Statistika ITS. “Memang sudah saya persiapkan sejak awal, karena saya senang di matematika,” akunya.
Untuk persiapan belajarnya biasa-biasa saja, tapi saat kelas XII saya baru menambah waktu belajar lebih banyak lagi. “Untuk prestasi di Matematika belum pernah. Tapi malah pernah prestasi di Biologi dan Fisika,” katanya.(mad)







