SUMENEP (Radarjatim.id) – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengungkapkan bahwa Sumenep menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), dengan sasaran penguatan sektor hortikultura di lahan kering.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil pertanian, sehingga produk hortikultura dari Sumenep memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar,” Katanya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, program tersebut difokuskan pada pengembangan tiga komoditas unggulan, yakni pisang, cabai, dan bawang merah yang tersebar di lima kecamatan.
Untuk komoditas pisang, pengembangan dilakukan di Kecamatan Batuputih dengan dua klaster dan total luas lahan sekitar 32,53 hektare. Sementara bawang merah dikembangkan di Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan dengan total luasan lebih dari 100 hektare yang terbagi dalam sejumlah klaster.
Adapun cabai rawit menjadi komoditas dengan cakupan terbesar, tersebar di Kecamatan Ambunten dan Rubaru dengan total luas lahan mencapai lebih dari 170 hektare.
Wabup menekankan bahwa selain peningkatan produksi, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengelola usaha secara berkelanjutan, termasuk dalam hal pemasaran dan akses terhadap pasar.
“Kami ingin hasil pertanian tidak hanya melimpah, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, serta pelaku usaha agar program ini benar-benar memberikan dampak luas bagi perekonomian masyarakat.
Dengan pengembangan komoditas unggulan tersebut, Pemkab Sumenep optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. (Fik)







