KEDIRI (RadarJatim.id) – Ellya Destiara Permata resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Cabang Kediri periode 2026–2030. Kehadirannya di pucuk kepengurusan diharapkan membawa semangat baru bagi pengembangan dunia perfilman di Kota dan Kabupaten Kediri.
Perempuan berkaca mata yang akrab disapa Ellya tersebut dikenal aktif di dunia media dan kreatif. Selain kini memimpin PARFI Kediri, ia juga tercatat sebagai salah satu pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kediri. Terpilihnya Ellya menandai babak baru bagi organisasi yang menjadi wadah para pelaku seni peran dan insan perfilman tersebut. Ia mengaku bersyukur atas amanah yang diberikan anggota kepadanya.
“Alhamdulillah, bagi saya ini adalah sebuah kepercayaan sekaligus tantangan baru. Pemilihan berlangsung sangat singkat, sehingga saya tidak mempersiapkan apapun. Ke depan saya akan semakin banyak belajar untuk memajukan PARFI Kediri,” ujar Ellya, Sabtu (23/5/2026).
Meski tidak menyiapkan agenda khusus saat proses pemilihan berlangsung, Ellya menegaskan dirinya memiliki komitmen untuk memperkuat peran PARFI Kediri sebagai rumah bersama bagi insan perfilman lokal.
Menurut dia, membangun industri perfilman daerah tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antarpelaku kreatif, komunitas, organisasi, pemerintah, hingga berbagai elemen masyarakat. Karena itu, selama lima tahun masa kepemimpinannya, ia berencana memperluas komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membuka peluang pengembangan perfilman di Kediri.
“Dalam menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak, termasuk para senior di PARFI Kediri. Kami juga akan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen untuk memajukan perfilman Kediri,” katanya.
Ellya menilai, Kediri memiliki potensi besar di sektor seni dan industri kreatif. Potensi tersebut dinilai perlu mendapat ruang yang lebih luas melalui penguatan komunitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta lahirnya karya-karya yang mampu mengangkat identitas daerah.
Pengalamannya di bidang media, termasuk keterlibatannya dalam kepengurusan IJTI Korda Kediri, disebut menjadi modal penting dalam membangun jejaring komunikasi serta memperluas promosi karya-karya perfilman lokal. (rul)




