GRESIK (RadarJatim.id) – Suasana di eks UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Benjeng mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan siswa dari seluruh lembaga Sekolah Dasar (SD), baik negeri maupun swasta se-Kecamatan Benjeng, berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti ajang bergengsi: Festival Damar Kurung.
Festival tingkat kecamatan ini menjadi wadah kreativitas sekaligus pembentukan karakter bagi generasi muda dalam nguri-uri (melestarikan) budaya khas Gresik ini. Dalam kompetisi ini, persaingan sengit — namun sehat– tersaji untuk memperebutkan gelar Juara 1, 2, and 3 pada masing-masing tingkatan kelas.
Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Benjeng, Dwi Rakhmad Fierdiansyah, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat.
”Apresiasi luar biasa saya sampaikan kepada seluruh Bapak/Ibu guru pendamping dan pembina di lembaga SD Negeri maupun swasta. Terima kasih atas partisipasi dan kerja kerasnya dalam menyukseskan Festival Damar Kurung ini. Kehadiran seluruh lembaga membuktikan kompaknya dunia pendidikan di wilayah kecamatan Benjeng,” ujar Pak Dwi penuh bangga.
Suasana festival yang sempat tegang seketika mencair dan berubah penuh tawa saat Pengawas Pendidikan Kecamatan Benjeng, Zainuddin, naik ke panggung. Pria yang akrab disapa Pak Udin ini melontarkan beberapa pantun jenaka yang berhasil membakar semangat seluruh peserta.
Selain menghibur, Pak Udin juga memberikan suntikan motivasi yang mendalam bagi para siswa yang berkompetisi. Menurutnya, menang atau kalah bukanlah tujuan utama.
”Kalian semua yang berdiri di sini, yang mewakili sekolah masing-masing, itu sudah membuktikan bahwa kalian adalah anak-anak hebat terpilih. Masalah menang atau kalah nanti, itu hanyalah bonus dari sebuah perlombaan. Yang terpenting adalah pengalaman dan mental juara kalian,” tutur Pak Udin.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memuji kinerja solid jajaran K3S Kecamatan Benjeng yang telah berhasil mengemas acara kultural ini menjadi begitu meriah dan berkesan.
Kemeriahan festival ini pun dirasakan langsung oleh para peserta. Saat diwawancarai di lokasi acara, Clara Nathania Putri Sunandar, salah satu peserta perwakilan dari UPT SD Negeri 94 Gresik, mengaku sangat senang sekaligus tertantang.
”Sangat seru dan bikin semangat. Aku ingin memberikan yang terbaik dan optimis bisa bersaing sehat dengan ratusan murid dari sekolah-sekolah lain,” ungkap Clara dengan mata berbinar penuh rasa percaya diri.
Festival Damar Kurung ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan musiman, melainkan menjadi pemantik konsistensi agar anak-anak di Kabupaten Gresik tetap mencintai dan melestarikan warisan tradisi atau budaya lokal di tengah gempuran era digital. (sha)
Kontributor: Muhammad Syaifullah.







