SURABAYA (RadarJatim.id) — Jumlah Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Jawa Timur mengalami penurunan drastis dalam 15 tahun terakhir. Jika tahun 2010 jumlahnya sekitar 140 perusahaan, tahun 2025 tinggal 60 perusahaan yang memiliki kegiatan tahunan.
Dari jumlah tersebut, yang aktif memiliki kegiatan bulanan sekitar 40 PBM dan yang besar tidak lebih dari 10 PBM. Penurunan jumlah PBM banyak dipengaruhi perubahan perilaku pengiriman barang lewat laut, regulasi pemerintah dan persaingan yang semakin ketat. Di antaranya, kontainerisasi, mekanisasi, regulasi lahirnya Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dari UU/17/2008 (sekarang UU/66/2024) dan pertumbuhan angkutan kapal RoRo.
Bendahara DPW APBMI Jawa Timur, Dian Sanjaya, mengatakan, penurunan jumlah PBM tersebut dapat terpantau dari laporan kegiatan bongkar muat baik tahunan maupun bulanan.
“Yang masih ada laporan kegiatan tahunan kami anggap masih hidup. Ada yang laporan bulanan kami anggap aktif. Dari 60 yang hidup, PBM yang aktif sekitar 40 an saja. Sedangkan PBM yang mendapatkan order besar, paling kurang dari 10 PBM,” kata Dian di Surabaya, Sabtu (23/5/2026).
Di Tanjung Perak saja, tambah Dian, order kerja PBM tinggal 7 juta ton per tahun untuk multi purpose general cargo. Menurut Dian, kondisi tersebut masih diperburuk dengan persaingan tidak sehat sesama pengelola PBM. Paling umum,mereka saling banting tarif sampai tidak untung, bahkan merugi.
Sementara Wakil Ketua DPW APBMI Jatim, Hery Siswanto, mengungkapkan, PBM merupakan jasa utama dalam sistem angkutan laut. Pengelolaannya dibutuhkan adanya sistem terintegrasi antara PBM, angkutan darat dan pemilik barang.
“Butuh tim verifikasi untuk memastikan kelancaran arus barang di pelabuhan. Kesiapan PBM, jumlah angkutan darat yang dibutuhkan dan gudang penerima barang memastikan buka 24 jam,” katanya.
Hery mengaku optimistis, PBM di Jatim akan bangkit. “Optimis bisnis PBM Jawa Timur akan semakin baik. Undang-Undang 66/2024 pasal 90a jelas, pemilik order mengerjakan bongkar muat, kolaborasi dengan Pelindo kita tingkatkan, juga peranan asosiasi semakin disempurnakan,” pungkas Hery. (fai)




