SURABAYA (RadarJatim.id) — Musyawarah Wilayah (Muswil) APBMI Jawa Timur (Jatim) yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (26/5/2026) menghasilkan pergantian pimpinan organisasi. Hasil Muswil memutuskan Dian Sanjaya menjadi Ketua DPW APBMI Jawa Timur Periode 2026-2031.
Hasil perolehan suara Muswil APBMI Jatim: Dian Sanjaya 27 suara, Hery Siswanto 25 suara, dan Andre Julius Lamahayu 5 suara. Sedangkan suara tidak sah 8 suara dari total 65 suara.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum DPP APBMI, Yuswandi dan dua pengurus lain. Seperti perkiraan, Muswil APBMI Jatim 2026 hanya memberikan hak pilih kepada PBM Tanjung Perak yang berkontribusi pada asosiasi. Sedangkan yang tidak berkontribusi tidak memiliki hak pilih.
Sementara anggota DPC daerah hanya bisa mengikuti acara pembukaan saja. Memasuki sesi kedua setelah istirahat, ruangan disterilkan dan hanya yang memiliki hak pilih yang boleh masuk.
“PBM yang aktif dan tidak memberi kontribusi cukup banyak, lebih dari 40 perusahaan. Total nilai piutang sampai Rp 6 miliaran. Mereka tidak mau bayar,” ujar Kody Lamahayu Fredy, Ketua DPW APBMI Jatim 2016-2026 saat dikonfirmasi saat jedah Muswil.
Sementara Ketua terpilih Dian Sanjaya mengatakan, APBMI mempunyai tabungan sekitar Rp 6 miliar. “Saya pingin APBMI punya koperasi, punya aset alat bongkar muat, sehingga bisa disewakan ke anggota,” ujar Dian.
Baik Dian Sanjaya, Hery Siswanto, maupun Andre Julius Lamahayu, ketiganya mengakui, bahwa komunikasi pengurus dengan anggota perlu diperbaiki. Piutang kontribusi anggota ke asosiasi mencapai miliar merupakan kegagalan pengurus memperbaiki komunikasi kepada anggota.
“Pengurus syarat kepentingan pribadi untuk menghidupi perusahaannya. Ke depan APBMI harus ada yang mengurus pengawasan operasional di lapangan,” kata Heri Siswanto yang menyebutnya sebagai tim verifikasi. (fai)






