SIDOARJO (RadarJatim.id) — Kerja keras tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) membuahkan hasil yang menggembirakan.
Nilai rata-rata ujian siswanya kelas 9 dilaporkan berhasil melampaui target, bahkan ada siswa yang sukses meraih nilai sempurna 100.
Harison Angling Prakosa, S.S., Gr., selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang dan strategi matang yang telah dirancang sejak para siswa duduk di bangku kelas 9.
Ia ungkapkan, begitu mendengar informasi bahwa TKA akan disahkan sebagai salah satu penentu kelulusan atau kelanjutan studi siswa ke sekolah negeri, tim MGMP Bahasa Indonesia segera bergerak cepat.
Mereka menyusun strategi khusus agar siswanya terbiasa dengan model soal yang akan diujikan. “Semenjak naik di kelas 9, anak-anak langsung diberikan tipe soal saat ujian sekolah, baik saat STS (Sumatif Tengah Semester) maupun SAS (Sumatif Akhir Semester), yang tingkatnya setara dengan TKA. Semua soal berbasis literasi dengan menggunakan bacaan dari berbagai sumber,” terang Harison.
Meskipun pada awalnya banyak siswa yang mengeluh karena tingkat kesulitan soal yang tinggi, pihak sekolah tetap konsisten menerapkan strategi tersebut guna membiasakan siswa. Memasuki tahap tryout (TO), tim guru bahkan sengaja menaikkan grid atau tingkat kesulitan soal di atas standar TKA yang sebenarnya.
Sebanyak tiga kali tryout lokal diadakan dengan sistem gradasi, di mana level kognitif soal terus dinaikkan secara bertahap dari TO pertama hingga TO ketiga.
“Strategi ini sengaja diterapkan agar ketika siswa menghadapi TKA yang sesungguhnya, mereka merasa lebih mudah karena tingkat kesulitannya berada di bawah soal latihan yang biasa mereka kerjakan,” ungkapnya.
”Memang hasil tryout kemarin sempat tidak memuaskan dan membuat anak-anak khawatir. Namun, strategi kami adalah membuat landasan yang lebih tinggi. Begitu mereka melihat soal TKA yang asli, mereka justru merasa soalnya lebih mudah karena berada di bawah grid soal tryout kami,” jelas Harison memberikan trik.
Langkah tersebut terbukti sangat efektif. Berdasarkan hasil evaluasi pasca-TKA, sekitar 60% siswa berhasil mendapatkan nilai di kepala enam (60 ke atas). Selain itu, banyak pula siswa yang mendapatkan nilai di rentang 80 hingga 90, serta satu siswa yang berhasil meraih nilai sempurna 100.
Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi pembelajaran di kelas. Setiap hari, siswa dibekali dengan buku khusus kumpulan soal yang disediakan oleh sekolah untuk dikerjakan dan dibahas bersama. ‘Jika ada jawaban yang kurang tepat, guru akan langsung memberikan evaluasi dan cara penyelesaiannya,” terangnya.
Selain menggunakan buku dari sekolah, tim MGMP Bahasa Indonesia juga membuat soal-soal mandiri yang disesuaikan dengan peta kemampuan siswa. Melalui pemetaan ini, guru dapat mengetahui kelemahan siswa, seperti pada teks non-sastra, dan memberikan penguatan di sektor tersebut.
Kini, para siswa mengaku senang dan bersyukur atas materi yang telah mereka lalui. Nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia pun diakui menjadi salah satu pendongkrak utama dalam mengangkat rata-rata nilai TKA mereka secara keseluruhan.
Sementara itu, Nanda Oktavia siswi yang berhasil meraih nilai TKA 100 mengaku sangat senang dan bersyukur sekali, atas kerja kerasnya membuahkan hasil yang membanggakan. “Membanggakan diri sendiri, orang tua juga membanggakan sekolah,” akunya.
Ia mengungkapkan proses pembimbingan di sekolah disesuaikan dengan pemahaman siswa dan memberikan latihan soal per materi agar siswa bisa memahami materi yang dijelaskan.
“Sehingga saya senang saat guru memberikan tugas untuk membuat cerita dengan tema tertentu, itulah membuat saya bisa mengarang sebuah cerita dari imajinasi sendiri,” kata siswa kelas IX E.
“Dengan nilai TKA 100 semoga menambah harapan saya untuk bisa masuk SMA Negeri 2 Sidoarjo melalui jalur prestasi,” doa Nanda Oktavia.(mad)







