SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ribuan siswa-siswi dari jenjang SMP, SMA dan SMK yang di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Ngelom Megare Sepanjang Sidoarjo telah mengikuti penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada (18/7/2026) pagi di halaman Komplek YPM Ngelom.
Mereka sekaligus juga mengkuti acara pembukaan tahun ajaran baru 2026/2026, berlangsung meriah dan penuh semangat, di mana pihak YPM menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi.
Sebagai Pemimpin Upacara Penutupan MPLS, Ketua YPM Sidoarjo Ir. Ahmad Makki, ST, MT menjelaskan ada beberapa poin penting dalam pelaksanaan MPLS YPM tahun 2026 ini.
Mengusung karakter kumanis dalam tema MPLS HEBAT, Ahmad Makki terus membakar semangat para siswa dengan menyerukan kesiapan mereka untuk menjadi ‘Anak Hebat’. Seruan tersebut disambut dengan kompak dan gemuruh oleh ribuan siswa yang hadir di komplek YPM Ngelom.
Lanjutnya, YPM ingin membentuk para siswa menjadi pribadi yang spesial, yang memiliki rasa peduli tinggi terhadap sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Inovasi Hutan Wakaf dan Peluang Perdagangan Karbon Global salah satu daya tarik utama dari ekosistem pendidikan di YPM adalah adanya Capacity Culture yang diwujudkan melalui fasilitas eksklusif berupa Hutan Wakaf.
“Fasilitas ini dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan, khususnya di bidang lingkungan hidup dan perdagangan karbon (carbon trading),” jelasnya.
Lebih lanjut ia terangkan, di masa depan, kemampuan terkait perdagangan karbon akan menjadi peluang besar. “Perusahaan teknologi raksasa dunia saat ini sangat membutuhkan mitra yang dapat membantu mereduksi emisi karbon mereka,” terangnya.
Hebatnya, YPM kini telah memiliki aplikasi khusus bernama Breathe Wakaf (Brit Wakaf). Aplikasi ini menjadi aplikasi pertama di Indonesia yang mampu menghitung produksi karbon serta merumuskan langkah-langkah nyata untuk menguranginya.
“Melalui fasilitas ini, para siswa diajarkan langsung cara menghitung dan mengelola emisi karbon sejak dini,” jelas Gus Makki_sapaan akrabnya.
Bahkan sudah jadi pusat penelitian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, berarti kualitas dan keberadaan Hutan Wakaf YBM terbukti telah diakui secara nasional. Jika sekolah lain harus melakukan studi ke luar negeri dengan biaya besar untuk mendapatkan kapasitas kultur serupa, YPM justru menjadi destinasi belajar bagi berbagai universitas papan atas.
Sejumlah PTN terkemuka tercatat telah datang langsung ke YPM untuk melakukan penelitian dan belajar, di antaranya ITB, ITS Unair dan PT dari Padang.

“Oleh karena itu saya berpesan dengan sangat, agar seluruh siswa memanfaatkan fasilitas mewah dan langka ini dengan sebaik-baiknya demi pengembangan diri dan masa depan,” pesannya.
Sementara itu Rahmad Sugianto selaku penanggungjawab kegiatan mengatakan, untuk di YPM ini kita menggunakan tema MPLS Hebat, yaitu humanis, edukatif, berkarakter, adaptif dan tangguh.
Lanjutnya, kegiatannya ada gerakan cinta lingkungan, yang tadi sudah disimbolisasikan tentang apa pemberian bibit pohon. Ada gerak yang sesuai dengan apa dari Ketua Yayasan yaitu hutan wakaf, termasuk juga ada gerakan koin sahabat bumi untuk penanaman bibit pohon.(Mad)






