PROBOLINGGO (RadarJatim.id) — Menyadari, bahwa museum menjadi salah satu tempat strategis untuk memperkaya pengetahuan dan ilmu tentang sejarah, Rizka Amalia, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kota Probolinggo, Jawa Timur mengunjungi Museum Probolinggo, Sabtu (6/6/2026). Kunjungan ini untuk membuka kemungkinan adanya kerja sama antara Relima dengan instansi/lembaga terkait sebagai tugas advokasi Relima.
Selain itu, kunjungan tersebut juga menjadi langkah strategis bagi alumnus Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini untuk mengolaborasikan antara literasi dan sejarah.
Syamsul Arif, Petugas Layanan Operasional Museum Probolinggo menuturkan, bahwa literasi tentang kota Probolinggo masih minim. “Minat baca dan menulis masih harus ditingkatkan lagi, khususnya untuk kota ini,” tambah Syam, panggilan akrabnya.
Karena itu, alumnus Jurusan Hukum Universitas Panca Marga (UPM) ini menyambut baik rencana kerja yang akan dilakukan oleh Relima. Pihaknya siap untuk membantu dalam rangka peningkatan literasi.
Menurut Syam, minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah lokal dan keberadaan museum juga masih minim. Meskipun pihak museum telah membuka akses gratis kunjungan bagi masyarakat, minat berkunjung ke museum masih rendah. Ke depannya, Syam berharap kesadaran dan minat masyarakat untuk literasi dan berkunjung dapat meningkat.
Dalam kunjungan Relima, Abdullah Kamal, yang juga petugas pelayanan Museum Probolinggo menunjukkan koleksi yang dimiliki museum. Begitu banyak koleksi yang dimiliki museum, di antaranya: koleksi arkeologika, keramologika, filologika, numismatika, historika, ethnografika, dan koleksi teknologika.
Kamal menuturkan, bahwa di museum ini ada juga koleksi naskah kuno yang dihibahkan oleh salah satu budayawan yang dimiliki kota Probolinggo, yakni Mbah Guco. Mbah Guco lahir dengan nama asli Bambang Suripono, menghibahkan naskah kuno yang berjudul Serat Mursada agar generasi penerus dapat mengetahui dan melihat bagaimana sejarah kota Probolinggo.
Sebutan Mbah Guco sendiri didapatnya dari orang tuanya dikarenakan kedua kakak Mbah Guco telah meninggal terlebih dahulu. Sementara itu, Mbah Gucolah yang dianggap menjadi Gacuk (bahasa Jawa, baca: andalan).
Yang menarik, Mbah Guco juga merupakan keturunan dari Empu Rogonolo, yang profesinya adalah pembuat keris di Probolinggo. Mbah Guco juga mendapat gelar dari Kasunanan Surakarta, yakni Raden Tumenggung Bambang Suripono Hadipuro. (sha)





