KEDIRI (RadarJatim.id) – Seorang santri Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani (MMQ) Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dilaporkan hilang saat kegiatan liburan di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026).
Pengajar Pondok MMQ, Sapran Hamid, mengatakan, rombongan santri berangkat pada Rabu (10/6/2026) sore untuk mengikuti kegiatan camping dan liburan yang telah dijadwalkan pondok. Sebanyak 25 santri mengikuti kegiatan tersebut dan menginap di wilayah Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
“Pagi tadi rombongan menuju Pantai Pangi. Sekitar pukul 10.58 WIB saya mendapat telepon dari pendamping di lokasi yang mengabarkan adanya insiden di pantai,” ujar Sapran, saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Menurut informasi yang diterimanya, dua santri yang sedang bermain di kawasan pantai diduga terseret ombak. Salah satu santri berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sedangkan seorang santri lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
“Alhamdulillah satu anak berhasil diselamatkan warga setempat. Namun satu anak lagi sampai sekarang masih belum ditemukan dan sedang dicari oleh tim yang ada di lokasi,” katanya.
Sapran menuturkan, santri yang selamat sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat setelah mengalami sesak napas dan menggigil akibat insiden tersebut.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Cepat Bidang Kesehatan Kabupaten Blitar, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung. Dalam laporan tersebut disebutkan, rombongan Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani sedang melaksanakan kegiatan outing class ketika beberapa anak bermain di tepi pantai dan terseret ombak.
Petugas kesehatan mencatat seorang anak perempuan berusia 10 tahun dievakuasi ke UPT Puskesmas Bakung dalam kondisi sadar dengan keluhan menggigil dan sesak napas. Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi korban dilaporkan stabil. Sedangkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun, hingga Kamis sore masih dalam proses pencarian oleh nelayan, relawan, dan warga sekitar lokasi kejadian.
Sapran mengatakan sebagian besar santri lainnya telah dipulangkan ke Kediri. Menurut dia, para santri masih mengalami syok akibat peristiwa tersebut.
“Kami berharap korban segera ditemukan. Saat ini fokus kami mendampingi anak-anak dan keluarga yang terdampak,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan nelayan, relawan, warga setempat, serta petugas terkait. Belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai hasil pencarian korban. (rul)




